Kementan Perkuat Edukasi Kurban Sehat dan Higienis jelang Iduladha 1447 Hijriah
- 19 Mei 2026 15:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementan mendorong pelaksanaan kurban yang sehat, aman, higienis, dan sesuai syariat menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
- Panitia kurban diimbau memahami penanganan hewan, kebersihan lokasi, hingga pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan.
- Pakar veteriner menekankan pentingnya penyembelihan oleh juru sembelih halal kompeten serta penanganan daging yang bersih dan terpisah dari jeroan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pelaksanaan kurban yang sehat, aman, higienis, dan sesuai syariat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan kesejahteraan hewan selama proses kurban.
Upaya tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas peternakan, pengurus masjid, akademisi, hingga pakar veteriner. Edukasi diberikan agar pelaksanaan kurban di berbagai daerah dapat berjalan lebih tertib dan sesuai aturan yang berlaku.
Mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, terdapat sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan. Di antaranya meliputi pemilihan hewan kurban, persiapan penyembelihan, proses pemotongan, hingga penanganan hasil daging kurban.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menekankan pentingnya peningkatan pemahaman bagi panitia kurban. Menurutnya, panitia perlu memahami kriteria hewan yang sehat dan sesuai syariat, tata cara penanganan hewan, hingga kebersihan lokasi penyembelihan.
Pernyataan itu disampaikan dalam sosialisasi ‘Kurban Sehat dan Bermanfaat’ yang digelar secara hybrid di Kantor Pusat Kementan, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi di bidang kesehatan hewan.
“Peningkatan pemahaman bagi panitia kurban sangat diperlukan, mulai dari penentuan hewan kurban yang sesuai syariat dan sehat. Tata cara penanganan hewan, kebersihan lokasi serta peralatan pemotongan, hingga pelaksanaan pemeriksaan ante mortem dan post mortem,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan pemeriksaan ante mortem dan post mortem juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kurban. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi hewan dan kualitas daging tetap aman sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Kementan juga bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan dinas peternakan di daerah untuk memperkuat edukasi kepada panitia kurban. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan kurban dari tahun ke tahun.
Pelatih Juru Sembelih Halal dan Animal Welfare, Supratikno, mengatakan proses penyembelihan sebaiknya dilakukan oleh juru sembelih halal yang kompeten. Selain memahami syariat Islam, penyembelih juga perlu memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan.
“Hewan kurban sebaiknya dipuasakan sebelum penyembelihan dengan durasi maksimal 12 jam, namun tetap diberikan minum. Hewan boleh lapar, tetapi tidak boleh kelaparan,” kata Supratikno.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan, mencegah kontaminasi, serta menjaga kualitas daging. Selain itu, proses tersebut juga membantu menjaga kondisi hewan tetap lebih tenang sebelum penyembelihan dilakukan.
“Jika penampungan melebihi 12 jam, hewan harus kembali diberi pakan. Puasa dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan, meminimalkan kontaminasi saat penyembelihan, serta menjaga kualitas daging yang dihasilkan,” ujarnya
Sementara itu, Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi SKHB IPB University, Denny Widaya Lukman, menyoroti pentingnya penanganan daging kurban yang tepat. Menurutnya, area pencacahan daging harus dalam kondisi bersih dan dipisahkan dari area penanganan jeroan.
“Tempat pencacahan daging harus bersih, serta area penanganan daging harus dipisahkan dari jeroan. Jeroan pun perlu dipisahkan antara jeroan merah (paru, jantung, hati, dan limpa) dan jeroan hijau (perut serta usus),” kata Denny.
Melalui edukasi dan kerja sama lintas sektor, pemerintah berharap masyarakat dapat semakin memahami tata cara pelaksanaan kurban yang baik dan benar. Pengawasan hewan kurban juga terus diperkuat guna mendukung penyelenggaraan Iduladha yang aman, sehat, dan tertib.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....