Sejumlah Menteri Ekonomi Hadiri Ratas di Istana
- 18 Mei 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejumlah menteri ekonomi dan Gubernur Bank Indonesia mendatangi Istana Kepresidenan di tengah sorotan pelemahan nilai tukar rupiah.
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto belum membeberkan isi rapat dan menyebut pembahasannya akan diketahui di dalam pertemuan.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap rapat terbatas bersama Presiden turut membahas energi dan proyek PLTS 100 gigawatt.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah menteri bidang ekonomi mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin sore, 18 Mei 2026. Kehadiran para pejabat tersebut memunculkan spekulasi adanya pembahasan terkait pelemahan nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional.
Diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut hingga pembukaan perdagangan Senin 18 Mei 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka pada posisi Rp17.650 per dolar AS atau turun 0,31 persen dibandingkan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan RRI.CO.ID, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjadi pejabat pertama yang tiba di kompleks Istana. Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tiba sekitar pukul 15.30 WIB.
Tak lama kemudian, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani datang sekitar pukul 15.40 WIB. Lima menit berselang, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa turut memasuki kawasan Istana.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia tiba sekitar pukul 15.55 WIB. Setelah itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyusul hadir sekitar lima menit kemudian.
Saat ditanya wartawan terkait kemungkinan pembahasan pelemahan rupiah, Airlangga belum memberikan penjelasan rinci. “Bahasnya nanti kita lihat,” kata Airlangga sambil berjalan menuju gedung pertemuan.
Ketika kembali ditanya mengenai hal yang disiapkan pemerintah, Airlangga hanya tersenyum singkat. “Yang disiapkan, ada di dalam,” ujarnya.
| Baca juga: Tekanan Geopolitik Buat Rupiah Melemah Lagi |
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut agenda pertemuan merupakan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembahasan yang akan dilakukan berkaitan dengan sektor energi dan pengelolaan sumber daya alam.
Saat ditanya materi pembahasan lebih spesifik, Bahlil mengungkap salah satu agenda menyangkut pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). “Kalau saya seputar energi dan pengelolaan sumber daya alam, salah satu di antaranya terkait PLTS 100 gigawatt,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....