Perkembangan Teknologi, Wamenkomdigi: Mengguncang Fondasi Bisnis Media

  • 18 Mei 2026 15:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut, tantangan industri media saat ini
  • Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan, industri media harus dapat bertahan di tengah perkembangan teknologi

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, krisis industri media tidak sekedar persoalan bisnis perusahaan pers. Namun menurutnya, industri media saat ini mengahadapi tantangan untuk berkembang di tengah perkembangan teknologi digital.

Wamenkomdigi Nezar menilai, tantangan tersebut menimbulkan pertaruhan besar industri media dalam kualitas informasi publik dan ruang demokrasi digital. Ia menuturkan bahwa hal tersebut, tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital yang distrupsi.

Bahkan distrupsi teknoloogi digital ini dikatakan Nezar, telah mengguncang fondasi bisnis media, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Dengan hal tersebut, industri media dinilai Wamenkomdigi, sulit menjaga keseimbangannya, untuk tetap bertahan di tengah persaingannya.

"Saat ini membuat media itu mudah, yang susah itu jualnya. Sekarang semua orang bisa bikin media, tapi apakah bisa bertahan dan sustainable? Itu tantangannya," kata Nezar dalam keterangan resminya,di kutip di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Meyikapi hal tersebut lebih lanjut Wamenkomdigi menjelaskan, bahwa seluruh perusahaan media, masih mencari model bisnis baru. Hal ini ditujukan untuk menopang keberlanjutan industri di era dominasi platform digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Sebab diuraikan Wamenkomdigi, kehadiran AI menambah beratnya tantangan yang di hadapi perusahaan media kecil maupun besar. Dimana dijelaskan Nezar, tantangan itu yakni dengan penurunan trafik media di ruang pencarian digital.

"Ada media yang biasanya memperoleh puluhan juta page views per hari, sekarang turun sampai hampir sepuluh kali lipat. Ketika traffic turun, revenue juga turun. Akibatnya perusahaan harus mengendalikan biaya dan akhirnya terjadi PHK," imbuh Wamenkomdigi Nezar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....