Kemkomdigi: Pentingnya Infrastruktur Pendukung, Hadapi Persaingan AI Global

  • 17 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Persaingan AI global telah bergeser dari pengembangan aplikasi menuju penguasaan infrastruktur pendukung seperti energi pusat data, chip, komputasi, dan talenta.
  • Indonesia harus memperkuat fondasi dalam penguasaan infrastruktur pendukung AI agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi tetapi dapat mengambil peran dalam rantai pasok AI global.
  • Indonesia memiliki potensi besar memasuki global supply chain AI dengan cadangan pasir silika sekitar 340 juta ton yang dapat digunakan untuk pembuatan semikonduktor.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai, persaingan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global, telah mengalami pergeseran. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria dalam workshop Kesiapan Infrastruktur, Regulasi, dan Dampak Sosial-Ekonomi AI di Indonesia.

Ia menuturkan pergeseran itu terjadi dari pengembangan aplikasi menuju penguasaan infrastruktur pendukung AI. Seperti diantaranya dijelaskan Wamenkomdigi, yakni penguasaan energi pusat data, chip, komputasi, dan talenta.

Menyikapi hal itu, Nezar menyebut bahwa Indonesia, harus memperkuat fondasi dalam penguasaan infrastruktur pendukung AI. Dengan demikian dikatakannya, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengambil peran dalam rantai pasok AI global.

"Kita selama ini disibukkan bermain di hilir, tapi kita melupakan yang hulu. Padahal hilir itu cuma produk akhir yang mungkin lebih tepat buat negara-negara yang menjadikan dirinya sebagai pasar, sementara yang di hulu, infrastruktur AI ini sangat penting," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Lebih lanjut diungkapkan Wamenkomdigi, bahwa Indonesia memiliki potensi besar, untuk masuk ke dalam rantai pasok global. Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA), yang dapat dikelola menjadi infrastruktur pendukung perkembangan AI.

Salah satu kekayaan alam tersebut dikatakan Nezar, yakni ketersediaan dalam pengelolaan sumber daya alam komoditas pasir silika. Dengan hal ini menurutnya, memperkuat posisi Indonesia menjadi pemeran utama di tengah persaingan penguasaan infrastruktur pendukung AI

"Potensi Indonesia untuk masuk ke global supply chain itu cukup besar. Kalau kita lihat di infrastruktur untuk membuat semikonduktor dibutuhkan pasir silika. Ada 340 juta ton kurang lebih cadangan pasir silika di Indonesia," imbuh Wamenkomdigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....