Berhasil Swasembada, Presiden Sebut Sejumlah Negara Mulai Beli Beras RI

  • 17 Mei 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah negara mulai membeli beras Indonesia.
  • Presiden meminta ekspor beras tetap mengutamakan kepentingan petani lokal agar tidak merugikan produsen dalam negeri.
  • Presiden mengungkap beberapa negara meminta potongan harga saat membeli beras Indonesia di tengah krisis pangan global.

RRI.CO.ID, Nganjuk - Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah negara mulai mengajukan pembelian beras kepada Indonesia menyusul keberhasilan swasembada beras nasional. Presiden mengatakan permintaan itu meningkat setelah beberapa negara menghentikan ekspor beras, jagung, dan gandum.

“Akhirnya ada juga negara-negara yang datang juga ke kita. Saya bilang beri, kalau mereka butuh kita harus bantu,” kata Presiden saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Presiden mengungkap India dan Bangladesh termasuk negara yang menghentikan ekspor komoditas pangannya. Kondisi tersebut, menurut Presiden, membuat sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai pemasok kebutuhan pangan.

“Ternyata beberapa hari lalu India mengumumkan tutup, tidak ekspor beras, jagung, gandum. Disusul Bangladesh tutup,” ujar Presiden.

Meski membuka peluang ekspor, Presiden meminta pemerintah tetap mengutamakan kepentingan petani dalam negeri. Presiden menegaskan penjualan beras ke luar negeri tidak boleh dilakukan dengan harga terlalu murah agar petani Indonesia tidak dirugikan.

“Jangan jual terlalu murah. Ingat krisis bisa lama ini, jangan petani kita jadi korban,” ucap Presiden.

Presiden juga mengungkap ada negara yang meminta potongan harga ketika membeli beras dari Indonesia. Hal itu disampaikan Presiden saat menyoroti tingginya kebutuhan pangan dunia di tengah ketidakpastian global.

“Ada juga yang mau beli beras, habis itu minta korting. Korting banyak banget lagi,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah Indonesia. Presiden menyebut koperasi tersebut telah dilengkapi sarana penunjang mulai dari gudang, kendaraan logistik, hingga sistem distribusi.

Menurut Presiden, pembangunan koperasi dilakukan dalam waktu kurang dari satu tahun. Pemerintah juga mencatat lebih dari 9.000 gedung dan gudang koperasi telah siap secara fisik di berbagai wilayah Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....