Presiden Ungkap Pentingnya Peran Petani bagi Rakyat Indonesia
- 17 Mei 2026 07:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peran penting petani dan nelayan
- 2. Menurut Presiden Prabowo Subianto keberlangsung suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan pangan
- 3. Petani dan nelayan asalah produsen makanan untuk rakyat Indonesia
RRI.CO.ID, Tuban - Presiden Prabowo Subianto menilai pentingnya keberadaan petani dan nelayan bagi bangsa Indonesia. Keduanya adalah produsen pemasok makanan untuk rakyat Indonesia.
"Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara. Karena itu, setiap mereka yang ingin untuk melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada acara panen jagung raya di Tuban, Sabtu, 16 Mei 2026.
Presiden Prabowo bercerita ketika latihan saat masih aktif menjadi tentara. Penduduk desa yang umumnya bertani memberi makan dan minum kepada tentara yang sedang latihan kendati keadaan petani sedang susah.
"Kalau saya latihan di kampung-kampung, rakyat desa, rakyat kampung keluar memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Padahal mereka hidupnya sangat susah, mereka punya pisang, ubi, tiwul dikasih," katanya.
Presiden Prabowo mengatakan keberlangsungan suatu bangsa ditentukan oleh ketersediaan pangan. Menurut Kepala Negara, tidak mungkin suatu negara bertahan (survive) tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan.
"Suatu negara sangat ditentukan oleh pangan, saya tidak punya gelar banyak-banyak, saya tidak punya gelar tinggi-tinggi. Hanya saya orang yang suka belajar," kata Presiden Prabowo menegaskan.
Presiden Prabowo mengaku memiliki kedekatan dengan petani karena pernah menjadi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Presiden Prabowo mengatakan saat menjadi komandan pasukan, selalu mengecek pasokan makanan untuk tentara.
"Kenapa saya dekat dengan petani? Karena saya dulu komandan pasukan, komandan pasukan tempur. Kita kalau mau berangkat operasi tempur, yang kita cek bukan peluru, tapi kita cek dulu, ada beras tidak?," kata Kepala Negara.
"Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari? kalau berasnya untuk lima hari, ya lima hari kita operasi. Kalau tidak ada beras, tentara itu susah dia beroperasi makanya di tentara kita diajarkan survival, kalau tidak ada makanan, kita harus cari makanan sendiri," kata Presiden Prabowo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....