Banten Klaim Hampir 50 Persen Target KDMP Beroperasi
- 16 Mei 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gubernur Banten, Andra Soni mengklaim bila hampir 50 persen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dari target telah beroperasi
- Bahkan, terdapat 155 unit yang memiliki gerai aktif
RRI.CO.ID, Tangerang - Gubernur Banten, Andra Soni mengklaim bila hampir 50 persen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dari target telah beroperasi. Bahkan, terdapat 155 unit yang memiliki gerai aktif.
Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan sebanyak 695 dari target 1.551 KDMP di Banten telah beroperasi. Dari ratusan KDMP yang telah berjalan itu, terdapat 155 koperasi yang memiliki gerai aktif.
"Hari ini, Bapak Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 KDMP. Alhamdulillah di Provinsi Banten juga menjadi bagian dari 1.061 ini, di Banten sendiri ada 695 KDMP yang telah beroperasi," ujarnya di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 16 Mei 2026.
Andra Soni menuturkan dari ratusan koperasi yang telah berjalan di Banten, baru 155 KDMP yang memiliki gerai aktif. Pihaknya berkomitmen menambah jumlah gerai hingga Agustus 2026.
Sementara Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengaku pihaknya resmi baru meluncurkan operasional 250 KDKMP secara serentak. Hal ini bersamaan dengan peresmian nasional oleh Presiden Republik Indonesia.
Maesyal menekankan pentingnya sinergi bersama sektor swasta melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat permodalan koperasi. Sebanyak 246 desa dan 28 kelurahan di Kabupaten Tangerang disebutnya telah berhasil mendapatkan dukungan kemitraan dengan total nilai mencapai Rp27,4 miliar.
"Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami menggandeng CSR dan pihak ketiga. Sebanyak 246 desa dan 28 kelurahan telah mendapatkan dukungan dengan total nilai mencapai Rp27,4 miliar," kata dia.
Dari total 274 desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang, sebanyak 250 unit KDKMP dilaporkan telah beraktivitas secara penuh melayani kebutuhan masyarakat. Sementara 24 koperasi sisanya saat ini masih berada dalam tahap pembinaan intensif oleh dinas terkait agar bisa segera menyusul beroperasi secara mandiri.
Pemerintah daerah berkomitmen merampungkan proses pendampingan seluruh unit koperasi tersebut dalam waktu dekat. Kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok (sembako) dari pihak distributor masih menjadi kendala operasional utama yang dihadapi oleh sejumlah pengurus koperasi desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....