Perkuat Kedaulatan Digital, Satelit Nusantara Lima Resmi Mengorbit

  • 15 Mei 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Satelit Nusantara Lima (SNL) dari PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Satelit Nusantara Lima, telah resmi mengorbit
  • Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengapresiasi peluncuran dan pengoperasian Satelit Nusantara Lima (SNL)
  • Satelit Nusantara Lima, menjadi langkah penguatan kedaulatan digital Indoensia di ruang antariksa

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengapresiasi peluncuran dan pengoperasian Satelit Nusantara Lima (SNL). Peluncuran satelit tersebut, dilakukan PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Satelit Nusantara Lima, pada Senin, 11 Mei 2026.

Menkomdigi dalam kesempatan itu mengatakan, peluncuran dan pengoperasian SNL ini, merupakan salah satu langkah memperkuat sektor digital Indonesia. Hal ini dijelaskannya, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam kedaulatan digital Indonesia di ruang antariksa.

Satelit Nusantara Lima ini, merupakan hasil karya anak bangsa. Dengan kapasitas terbesar di Asia (160 Gbps), satelit ini diharapkan menjadi Game Changer konektivitas nasional.

"Ini adalah catatan sejarah bagi Indonesia, dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, tetapi juga di kawasan. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Sabtu, 15 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Menkomdigi juga Kembali menyoroti terkait tingkat konektivitas internet di Indonesia. Ia mengatakan bahwa saat ini, dari 230 juta penduduk Indonesia, terdapat 80 persennya telah terkoneksi internet.

Meski demikian diungkapkan Meutya, terdapat tantangan utama dalam pemerataan akses internet hingga ke wilayah terluar. Namun ia memastikan bahwa pemerintah akan terus meggenjor pemerataan akses internet, agar masyarakat mendapatkan nilai tambah dari pemanfaaatannya.

"Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara, tidak boleh ada daerah yang tertinggal. Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat, konektivitas harus menjaga masyarakat kita," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....