KKP Dorong Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Hilirisasi Perikanan
- 14 Mei 2026 23:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi kunci untuk memperkuat hilirisasi sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
- KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan terintegrasi yang menghubungkan nelayan, rantai dingin, industri pengolahan, hingga akses pasar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi kunci untuk memperkuat hilirisasi sektor perikanan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Hal ini disampaikan Trenggono saat mengunjungi unit pengolahan ikan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis, Trenggono 14 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan terintegrasi yang menghubungkan nelayan, rantai dingin, industri pengolahan, hingga akses pasar.
“Kalau kampung nelayan merah putih ini berjalan, saya jamin kualitas produknya bagus karena rantai penanganannya dibenahi dari awal. Industri pengolahan juga akan lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayan,” ujar Trenggono dalam keterangannya, Kamis 14 Mei 2026.
| Baca juga: KKP Bangun Lima Kampung Nelayan Merah Putih |
Menurut Trenggono, tantangan utama sektor perikanan saat ini bukan berada di hilir atau pasar, melainkan pada pembenahan sektor hulu. Pemerintah kini memprioritaskan perbaikan proses produksi, penanganan ikan, serta penguatan ekosistem nelayan melalui KNMP.
“Yang jadi soal sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi soal pembenahan hulunya. Maka dari itu pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui program KNMP,” katanya.
KKP menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 kampung nelayan merah putih pada 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Tahun 2025 menjadi tonggak awal dengan pembangunan 100 titik, di mana 65 lokasi telah rampung 100 persen.
KKP menilai Kepulauan Riau sebagai wilayah strategis pengembangan KNMP karena karakteristik kepulauan, tingginya aktivitas perikanan. Serta kedekatan dengan jalur perdagangan internasional.
Sejumlah lokasi KNMP yang tengah dikembangkan di provinsi tersebut antara lain di Natuna dan Batam. Program KNMP mengusung konsep klaster yang menghubungkan kawasan nelayan, sentra distribusi, pelabuhan perikanan, unit pengolahan ikan, hingga pasar ekspor.
Dengan sistem ini, hasil tangkapan nelayan dapat ditangani lebih baik sejak pendaratan hingga distribusi, sehingga mutu produk tetap terjaga. Trenggono menegaskan pemerintah ingin memastikan sumber daya perikanan memberi manfaat maksimal bagi nelayan lokal dan masyarakat pesisir.
“Program kampung nelayan merah putih ini peluang besar. Daerah harus aktif menangkap peluang itu supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....