KKP Targetkan Pembuatan Ribuan Kapal Selesai dalam Dua Tahun
- 08 Apr 2026 07:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembuatan kapal ikan untuk nelayan rampung dalam waktu dua tahun.
- KKP tengah menyiapkan skema pembayaran dan analisis kesiapan galangan kapal.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembuatan ribuan kapal ikan rampung dalam waktu dua tahun. Pengadaan kapal untuk nelayan itu dilakukan melalui kerja sama antara Indonesia dan Inggris.
Karena itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, berharap tahapan-tahapan pelaksanaan program tersebut segera diselesaikan. Di antaranya masalah administrasi, perencanaan, hingga analisa galangan kapal yang dimiliki Indonesia.
"Mudah mudahan bisa cepat, dua tahun lagi harus sudah jadi," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 7 April 2026. Menurut Menteri, tahapan untuk pengadaan kapal ini memang masih panjang.
Dia lalu mencontohkan masalah pembiayaan yang melibatkan berbagai kementerian. Misalnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
“Soal pembiayaan, misalnya, masih dalam proses melalui Bappenas dan setelah itu baru ke Kemenkeu,” ucapnya. Setelah itu, lanjut Trenggono, Baru kemudian kita programkan, jadi tahapannya masih panjang," ujar Trenggono menerangkan.
Kementerian KP juga melakukan analisis kesiapan industri galangan kapal untuk mendukung proyek tersebut. “Ada beberapa yang sudah menyanggupi,” ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan Pemerintah Inggris berminat membangun 1.500 unit kapal. Hal ini merupakan salah satu bagian kesepakatan kerja sama kedua negara di bidang maritim.
Mereka akan mendukung rencana kita membangun 1.500 kapal ikan,” katanya saat berkunjung ke Inggris beberapa waktu lalu. Menurut Kepala Negara, pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran melalui kerja sama tersebut.
Presiden menambahkan Indonesia menginginkan kerja sama bidang maritim untuk memperbaiki kampung-kampung nelayan di Tanah Air. Selain itu untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan menggenjot konsumsi ikan pada masyarakat Indonesia.
Indonesia menganggap Inggris adalah mitra yang penting dan strategis karena negara itu memiliki teknologi dan keuangan yang bagus. Menurut Presiden, mengatakan Indonesia akan mendapatkan manfaat besar atas kerja sama dengan negara itu.
"Kita memandang Inggris sebagai mitra yang sangat berpartisipasi dalam ekonomi Indonesia," ujarnya. "Mereka memiliki teknologi dan uang, serta sangat berminat untuk investasi di Indonesia.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....