GPIB Immanuel Jakarta Ajak Jemaat Hadir dan Berdampak di tengah Masyarakat
- 14 Mei 2026 11:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pendeta Abraham Ruben Persang menegaskan Kenaikan Yesus bermakna pengutusan umat untuk hadir dan memberi dampak nyata di keluarga, masyarakat, hingga bangsa.
- GPIB Immanuel Jakarta menggelar empat sesi ibadah dengan 400–500 jemaat per sesi, serta menyediakan fasilitas inklusif bagi penyandang disabilitas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada tahun ini menekankan setiap umat untuk hadir dan berdampak di kehidupan sosial. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Pendeta Abraham Ruben Persang.
“Pengutusan itu artinya kita masing-masing diminta untuk hadir di tengah kehidupan sesama. Mulai dari keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara,”ujar Pendeta Abraham usai Ibadah Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, di GPIB Immanuel, Jakarta Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menjelaskan, makna kenaikan Yesus tidak berhenti pada peristiwa iman semata. Melainkan menjadi panggilan bagi jemaat untuk mengimplementasikan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan, peristiwa kenaikan Yesus ke surga bukan sekadar fenomena adikodrati yang dipandang atau dirayakan. Momen ini menjadi pengingat umat agar mampu memberi dampak konkret dalam kehidupan sosial.
Tema “Pergi dan Beritakan” yang diangkat, katanya, tidak terbatas pada pewartaan secara lisan. Ini juga melalui tindakan nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
Untuk pelaksanaan ibadah, Pendeta Abraham menyebutkan, GPIB Immanuel Jakarta menggelar empat sesi ibadah dalam sehari. Yakni pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB, 16.00 WIB (berbahasa Inggris), dan 18.00 WIB.
Ia menambahkan, jumlah jemaat dalam setiap sesi berkisar antara 400 hingga 500 orang. Sementara itu, kehadiran terbanyak biasanya pada ibadah pagi pukul 09.00 WIB dan 18.00 WIB.
Ketua V PHNJ GPIB Immanuel Jakarta, Steve Loupatty menambahkan, disediakan pula tempat khusus disabilitas bagi jemaat yang membutuhkan. Menurutnya, jemaat yang hadir bersifat umum, tanpa pemisahan khusus untuk kelompok tertentu seperti anak-anak atau keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....