Katedral Jakarta Serukan Kesadaran Ekologis di Momen Kenaikan Yesus Kristus
- 14 Mei 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kenaikan Yesus Kristus dimaknai Gereja Katedral Jakarta sebagai ajakan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga bumi bersama.
- Romo P. Yusup Edi Mulyono mengajak umat membangun kesadaran ekologis melalui kebiasaan sederhana, seperti hemat energi dan memilah sampah.
- Kardinal Ignatius Suharyo menegaskan penghematan energi merupakan tanggung jawab moral, bukan hanya saat terjadi krisis global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gereja Katedral Jakarta memaknai peringatan Kenaikan Yesus Kristus sebagai ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Momentum tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Vikaris Episkopal KAJ, Romo P. Yusup Edi Mulyono, Sj mengatakan, menjadi pengikut Tuhan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah. Menurutnya, umat juga dipanggil untuk menjadi saksi kasih Tuhan dengan menjaga seluruh ciptaan-Nya.
"Hari ini makna menjadi murid Tuhan Yesus semakin luas. Yaitu menjadi saksi kebaikan Tuhan bagi seluruh ciptaan," katanya dalam homili misa Kenaikan Yesus Kristus via YouTube Komsos Gereja Katedral Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menilai, mencintai Tuhan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam merawat lingkungan. Sebab, kerusakan bumi dinilai bertentangan dengan nilai kasih yang diajarkan Yesus Kristus.
Lebih lanjut, manusia membutuhkan tuntunan Roh Kudus untuk membangun kesadaran ekologis. Menurutnya, Roh Kudus mengajarkan umat agar lebih peka terhadap perilaku sehari-hari yang dapat merusak lingkungan.
Ia mencontohkan kebiasaan boros menggunakan air dan listrik, membuang makanan, tidak memilah sampah sebagai sikap yang perlu diubah. Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menutup mata terhadap kerusakan alam demi kepentingan pribadi.
"Pertobatan ekologis adalah bagian dari iman dan kasih yang berkelanjutan," ujarnya. Ia juga mengajak umat memulai langkah sederhana untuk menjaga bumi, seperti membiasakan diri tidak membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo menegaskan penghematan energi merupakan tanggung jawab moral. Bukan sekadar respons terhadap ancaman krisis global.
"Mengenai hemat energi tidak usah disuruh, tidak usah menunggu krisis. Kita mesti menghemat energi," ucapya di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu, 5 April 2026 lalu.
Ia meminta upaya penghematan energi ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas sebagai tanggung jawab bersama menjaga lingkungan. Menurutnya, tanpa kesadaran dan motivasi yang kuat, masyarakat berpotensi mengabaikan pentingnya penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....