Peringatan Kenaikan Yesus Kristus Jadi Refleksi Hidup Sederhana Umat Katolik

  • 14 Mei 2026 10:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kenaikan Yesus Kristus dimaknai Gereja Katedral Jakarta sebagai ajakan hidup sederhana dan peduli lingkungan.
  • Romo Yusup Edi Mulyono mengajak umat mengurangi konsumsi berlebihan serta menanam kepedulian terhadap sesama dan alam.
  • Pastor Benedictus Cahyo Christanto menilai kesederhanaan berarti hidup secukupnya tanpa keterikatan berlebihan pada materi maupun teknologi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gereja Katedral Jakarta mengajak umat Katolik menghidupi nilai kesederhanaan dalam peringatan Kenaikan Yesus Kristus. Gaya hidup sederhana menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kepedulian terhadap sesama.

Vikaris Episkopal KAJ, Romo P. Yusup Edi Mulyono, SJ mencontohkan bahwa murid Yesus sejati tidak hidup secara berlebihan. Karena itu, umat diajak membatasi konsumsi yang tidak diperlukan agar alam tetap terjaga dan kebutuhan sesama dapat terpenuhi.

"Dengan mengurangi konsumsi yang tidak perlu, kita memberi ruang bagi alam untuk bernapas. Dengan membatasi apa yang kita miliki, kita juga bisa berbagi kepada mereka yang membutuhkan," katanya dalam homili misa Kenaikan Yesus Kristus via YouTube Komsos Gereja Katedral Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menceritakan kisah Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang yang menyisakan dua belas bakul makanan. Menurutnya, sisa makanan tersebut bukan untuk disia-siakan, melainkan dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan.

Selain mengajak hidup sederhana, ia juga mendorong umat untuk menanam harapan dalam berbagai persoalan lingkungan dan kehidupan sosial. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, seperti menanam pohon dan mendidik generasi muda agar peduli terhadap lingkungan.

"Seperti para murid menanam benih Injil. Kita juga dipanggil menanam benih kehidupan demi masa depan bersama," ucapnya.

Ia berharap umat dapat mewujudkan iman melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan yang bersih, indah, dan sehat. Baginya, kepedulian terhadap alam bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga demi generasi mendatang.

Senada dengan Romo Edi, Pastor Paroki Gedangan, Romo Benedictus Cahyo Christanto, SJ pun demikian. Ia mengatakan kesederhanaan merupakan salah satu keutamaan hidup yang dimiliki Santo Ignatius Loyola.

"Ia menampilkan keberadaan itu dengan melepas segala kemewahan dan memilih menjadi abdi Kristus. Namun, kesederhanaan bukan berarti tidak memiliki apa-apa dan bukan juga berkelimpahan, tapi cukup," ujarnya, menjelaskan.

Ia berharap agar dalam kehidupan iman di tengah modernitas sekarang ini umat tetap menunjukkan kesederhanaan. Selain itu, umat juga diharapkan mampu bersikap bertanggung jawab dan tidak memiliki keterikatan berlebihan terhadap hal-hal materi.

Contoh hidup sederhana, kata dia, bisa dijabarkan dalam kepemilikan alat komunikasi. Idealnya setiap orang memiliki satu telepon genggam, namun tanpa alat komunikasi masyarakat akan kesulitan mengikuti perkembangan teknologi.

"Tidak terbelit-belit, tidak ekstrim, menjadi pribadi ugahari, tidak berlebihan materi, secukupnya. Menggunakan semua sesuai perkembangan, selalu berubah, berkembang dan membuat orang lebih bijak," katanya, menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....