Tanjung Carat Diproyeksikan Jadi Simpul Baru Logistik Sumatra Selatan
- 14 Mei 2026 07:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memperkuat pembangunan ekosistem hilirisasi nasional di Sumatera Selatan melalui pengembangan konektivitas logistik menuju Tanjung Carat.
- Penguatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru.
- Pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru nantinya terhubung dengan Jalan Tol Trans Sumatera.
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah memperkuat pembangunan ekosistem hilirisasi nasional di Sumatra Selatan. Langkah itu dilakukan melalui pengembangan konektivitas logistik menuju Tanjung Carat.
Penguatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru. Pelabuhan tersebut berada di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Penandatanganan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Selain itu, turut terlibat Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dan sejumlah BUMN.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan integrasi jalan tol dan pelabuhan sangat penting. Menurutnya, konektivitas akan meningkatkan efisiensi logistik di Sumatra Selatan.
“Keberadaan jalan tol meningkatkan efisiensi dan kualitas logistik, serta terintegrasi dengan pusat-pusat produksi, kawasan ekonomi, serta rantai pasok Sumsel. Pelabuhan tanpa akses jalan yang efisien akan sulit memberikan dampak ekonomi maksimal,” ujar Todotua di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menilai, pelabuhan membutuhkan akses jalan yang memadai agar memberi dampak ekonomi maksimal. Infrastruktur konektivitas juga dinilai mendukung rantai pasok kawasan industri dan energi.
Menurut Todotua, Sumatra Selatan memiliki potensi besar pada sektor batu bara dan energi. Selain itu, wilayah tersebut juga kuat di sektor perkebunan dan industri pengolahan.
Karena itu, pembangunan konektivitas menuju Pelabuhan Palembang Baru dinilai sangat penting. Langkah tersebut diharapkan membuka nilai tambah ekonomi lebih besar bagi daerah.
“Hilirisasi membutuhkan konektivitas. Hilirisasi membutuhkan logistik yang efisien,” kata Todotua.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan, Edward Chandra, memastikan dukungan pemerintah daerah. Dukungan diberikan untuk mempercepat pembangunan proyek strategis tersebut.
“Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis ini. Melalui sinkronisasi tata ruang, dukungan kebijakan dan regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten/kota, serta memfasilitasi penyelesaian berbagai hambatan di lapangan,” ujar Edward.
Pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru nantinya terhubung dengan Jalan Tol Trans Sumatra. Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok dan distribusi logistik nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....