Investasi Triwulan I 2026 Lampaui Target Awal, Capai Rp498,8 Triliun
- 23 Apr 2026 15:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Realisasi investasi triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau 24,4 persen dari target nasional Rp2.041,3 triliun
- Penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang, meningkat 18,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya
- Kontribusi PMA dan PMDN hampir seimbang, sementara investasi luar Jawa sedikit lebih tinggi dibanding wilayah Jawa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyatakan realisasi investasi triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Capaian tersebut memenuhi 24,4 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun yang ditetapkan pemerintah.
Rosan menyebut pencapaian tersebut diraih di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi yang masih membayangi perekonomian dunia. Menurut dia dunia usaha dalam negeri dan luar negeri ikut menopang realisasi investasi pada awal tahun ini.
“Kementerian Investasi dan Hilirisasi tentunya bersama-sama dengan seluruh dunia usaha, baik dalam maupun luar negeri dan badan yang terkait lainnya. Menyampaikan bahwa target investasi pada triwulan pertama 2026, alhamdulillah tercapai dan melebihi sedikit,” ujarnya dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan K Tahun 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi itu mencapai 706.569 orang atau meningkat 18,9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Rosan mengatakan peningkatan investasi menunjukkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin kuat ke depan.
“Yang penting adalah juga penyerapan tenaga kerjanya itu adalah 706.569 orang atau 18,9% peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dan kalau kita lihat lebih dalam lagi, kontribusi dari penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri sebetulnya hampir sama,” katanya.
Kontribusi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri pada triwulan pertama tahun ini tercatat hampir berimbang. Penanaman modal asing mencapai Rp250 triliun sedangkan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp248,8 triliun pada periode yang sama.
Investasi di wilayah Jawa tercatat Rp247,5 triliun sementara luar Jawa mencapai Rp251,3 triliun selama triwulan pertama 2026. Jakarta menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar sebesar Rp78,7 triliun disusul Jawa Barat sebesar Rp76,8 triliun.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meski ketidakpastian global masih berlangsung. Menurutnya, perang di Selat Hormuz masih perlu dimonitor mingguan karena fluktuasi harga minyak terus berubah setiap pekan.
“Terkait dengan dinamika, ketidakpastian global dan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga solid. Kita ketahui bahwa perang di Selat Hormuz belum selesai, masih dalam situasi yang perlu dimonitor secara mingguan,” ujarnya dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan K Tahun 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Airlangga mengatakan pertumbuhan triwulan pertama ditopang konsumsi rumah tangga, penyaluran THR, serta percepatan belanja dan stimulus pemerintah. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama secara fundamental tetap baik dengan capaian minimal menyentuh angka 5,5 persen.
Ia menilai pembayaran gaji ketiga belas pada Juni dapat membantu menopang pertumbuhan ekonomi selama kuartal kedua tahun ini. Ia menambahkan, program perlindungan sosial tetap berjalan sambil menunggu kontribusi investasi sebagai pengungkit utama pertumbuhan nasional berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....