Target Investasi Rp2.004 Triliun, Pemerintah Percepat Lewat Satgas dan OSS

  • 23 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menargetkan investasi nasional mencapai lebih dari Rp2.000 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi minimal 5,4 persen
  • Satgas Percepatan Program Pemerintah dibentuk untuk mengatasi hambatan investasi dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana
  • Pembaruan KBLI 2025 dan sistem OSS mempermudah perizinan usaha, sementara realisasi investasi triwulan I mencapai Rp498,8 triliun dengan penyerapan tenaga kerja signifikan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan investasi menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Menurut dia pemerintah menargetkan nilai investasi nasional dapat menembus angka Rp2.004 triliun sepanjang tahun berjalan.

Airlangga mengatakan pemerintah sudah membentuk Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk mengatasi hambatan investasi di lapangan. Ia menyebut langkah itu dilakukan agar investasi yang masuk dapat berjalan sesuai rencana para pelaku usaha.

“Pemerintah juga mendorong Satgas Percepatan Program Pemerintah untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diterbitkan melalui Keppres 4 tahun 2006. Dengan Keppres ini kita mendorong upaya untuk debottlenecking, sehingga investasi yang sudah masuk bisa menjalankan usaha sesuai dengan apa yang direncanakan,” ujarnya dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan K Tahun 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Menurut Airlangga pembaruan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 mendukung kemudahan usaha di sektor baru. Ia menjelaskan ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan aset kripto kini masuk dalam klasifikasi usaha terbaru.

Airlangga menyampaikan mekanisme penyesuaian kode usaha dapat dilakukan otomatis melalui sistem OSS (Online Single Submission) nasional. Ia menambahkan pelaku usaha juga dapat menyesuaikan sendiri perizinan dengan regulasi terbaru yang telah diterbitkan.

“Mekanisme ada yang dilakukan secara otomatis dalam sistem OSS. Kemudian oleh pelaku usaha itu juga bisa menyesuaikan terhadap regulasi yang ada,” katanya.

Ia menegaskan pencapaian investasi harus dijaga bersama untuk menopang target pertumbuhan ekonomi minimal 5,4 persen. Menurut dia investasi menjadi sektor penting di tengah kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian ekonomi.

“Ini langkah yang perlu terus dijaga secara bersama karena ini adalah pengungkit perekonomian kita. Karena kita ingin mencapai target untuk pertumbuhan di tahun ini minimal 5,4% walaupun dalam situasi global yang penuh ketidakpastian,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyatakan realisasi investasi triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Capaian tersebut memenuhi 24,4 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun yang ditetapkan pemerintah.

Rosan menyebut pencapaian tersebut diraih di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi yang masih membayangi perekonomian dunia. Menurut dia dunia usaha dalam negeri dan luar negeri ikut menopang realisasi investasi pada awal tahun ini.

“Kementerian Investasi dan Hilirisasi tentunya bersama-sama dengan seluruh dunia usaha, baik dalam maupun luar negeri dan badan yang terkait lainnya. Menyampaikan bahwa target investasi pada triwulan pertama 2026, alhamdulillah tercapai dan melebihi sedikit,” ujarnya dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan K Tahun 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Penyerapan tenaga kerja dari realisasi investasi itu mencapai 706.569 orang atau meningkat 18,9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Rosan mengatakan peningkatan investasi menunjukkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin kuat ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....