MBG Dinilai Tingkatkan Pendapatan 85 Persen Pelaku Usaha

  • 13 Mei 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program MBG dinilai memberi dampak positif bagi pelaku usaha lokal dan rantai pasok pangan nasional.
  • Sebanyak 85,6 persen supplier MBG tercatat mengalami kenaikan penjualan sepanjang Januari–Oktober 2025.
  • Pemerintah menyebut MBG tidak hanya meningkatkan akses gizi masyarakat, tetapi juga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai turut memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok penyediaan makanan. Pemerintah mencatat mayoritas pemasok atau supplier program mengalami peningkatan penjualan selama pelaksanaan MBG.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari mengatakan data tersebut berdasarkan hasil survei monitoring dan evaluasi Badan Pusat Statistik (BPS). “Selama periode Januari–Oktober 2025, sebanyak 85,6 persen supplier MBG mencatat kenaikan nilai penjualan,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Qodari, peningkatan penjualan tersebut menunjukkan program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat. Program tersebut juga dinilai mampu menjadi stimulus ekonomi bagi pelaku usaha lokal dan sektor pangan nasional.

Selain berdampak pada supplier, pemerintah juga mencatat peningkatan akses masyarakat terhadap makanan bergizi sejak program MBG dijalankan. Berdasarkan survei BPS, kemudahan masyarakat memperoleh makanan bergizi meningkat dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen.

"Perilaku konsumsi makanan bergizi masyarakat juga mengalami peningkatan dalam periode yang sama. Persentasenya naik dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen," ucapnya.

Program MBG, kata Qodari, turut membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya kebutuhan sehari-hari. Persentase masyarakat yang merasa terbantu dalam menyiapkan makan siang meningkat dari 75,4 persen menjadi 78,3 persen.

Sementara, persentase masyarakat yang merasakan pengeluaran rumah tangga menjadi lebih ringan naik dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen. Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan manfaat langsung program bagi kehidupan masyarakat.

Selain aspek ekonomi, pemerintah juga mencatat adanya peningkatan kualitas menu makanan dalam pelaksanaan program MBG. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah siswa yang menghabiskan seluruh porsi makanan yang diberikan.

“Persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat. Dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025,” kata Qodari.

Menurut pemerintah, peningkatan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan kualitas menu dan cita rasa makanan secara berkala. Pemerintah juga memastikan program MBG akan terus dievaluasi untuk menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....