BGN: Tidak Ada Batas Usia Maksimum untuk Relawan MBG
- 08 Mei 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dadan Hindayana menegaskan tidak ada batas usia maksimum bagi relawan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Program tersebut disebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat selama calon relawan dalam kondisi sehat dan siap bekerja.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan tidak ada batas usia maksimum bagi relawan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut disebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat selama calon relawan dalam kondisi sehat dan siap bekerja.
Dadan menjelaskan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG merupakan petugas yang dibayar dengan skema pembiayaan berbeda dari kepala SPPG, pengawas gizi. Maupun pengawas keuangan yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Relawan SPPG bertugas pada berbagai lini operasional. Mulai dari pemorsian makanan, pengantaran, hingga pencucian.
“Yang penting memiliki kondisi sehat, siap bekerja, dan memiliki semangat untuk berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi nasional. Tidak ada batas usia maksimum selama relawan dalam kondisi sehat dan mampu bekerja,” ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat 8 Mei 2026.
Meski tidak ada batas usia maksimum, ia menegaskan bahwa syarat usia minimal tetap diberlakukan. “Untuk menjadi relawan, syarat usia minimal tetap 18 tahun,” katanya.
Menurutnya, program MBG merupakan program strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan luas masyarakat agar pelaksanaannya berjalan optimal di berbagai daerah. Partisipasi publik dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Relawan, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membantu kelancaran operasional di lapangan. Termasuk mendukung distribusi makanan bergizi, membantu proses pelayanan, hingga memastikan kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran.
BGN menilai keterlibatan masyarakat dalam MBG tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah. Tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Ke depan, BGN terus mendorong terciptanya ekosistem pelaksanaan program yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Dengan dukungan relawan dari beragam latar belakang, program MBG diharapkan semakin efektif dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Semangatnya adalah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin ikut berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program MBG,” kata Dadan. Program ini juga disebut sebagai langkah pemerintah memperkuat pemenuhan gizi nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....