Presiden Prabowo Minta Deregulasi Penyederhanaan Perizinanan Usaha Dipercepat
- 13 Mei 2026 17:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah membentuk satgas khusus untuk mempercepat deregulasi dan penyederhanaan perizinan usaha di Indonesia.
- Presiden menilai proses birokrasi dan perizinan yang panjang dapat menghambat investasi serta pelayanan publik, termasuk pasokan gas untuk rumah sakit.
- Presiden menegaskan pengusaha yang ingin bekerja dan berinvestasi secara benar harus didukung demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah segera mempercepat deregulasi dan penyederhanaan perizinan usaha di Indonesia. Presiden menilai proses birokrasi yang terlalu panjang dapat menghambat investasi dan pelayanan publik.
“Mensesneg saya minta nanti dikumpulkan pakar-pakar bikin satgas khusus untuk mempercepat deregulasi, sederhanakan, jangan persulit para pengusaha. Harus dibantu, harus didukung,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Presiden mengatakan pemerintah harus membedakan pelaku usaha yang melanggar aturan dengan pengusaha yang benar-benar ingin bekerja dan berinvestasi di Indonesia. Menurut Presiden, dunia usaha perlu mendapat dukungan agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
“Yang nakal kita tertibkan. Tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja ya harus dibantu,” kata Presiden.
Presiden juga menyoroti keluhan investor luar negeri terkait proses perizinan di Indonesia yang dinilai masih lambat dan berbelit. “Banyak investor juga di luar negeri mengeluh di Indonesia sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali,” ucap Presiden.
Presiden mencontohkan persoalan izin impor gas untuk rumah sakit yang dinilai sempat menghambat pasokan kebutuhan penting sektor kesehatan. Menurut Presiden, persoalan tersebut terjadi hanya karena proses perizinan yang rumit.
“Kadang-kadang perizinan tidak masuk akal. Saya monitor masalah impor gas untuk rumah sakit, dipersoalkan ini itu akhirnya suplai gas kita sangat tipis untuk rumah sakit,” ujar Presiden.
Presiden menegaskan pemerintah akan terus membenahi tata kelola birokrasi dan regulasi agar lebih efisien. Ia optimistis langkah pembenahan tersebut akan memperkuat kemampuan negara dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....