Pascakecelakaan Kereta, AHY Laporkan Langkah Taktis dan Solusinya ke Presiden

  • 13 Mei 2026 10:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono, melaporkan langkah taktis dan solusi mengantisipasi kecelakaan kereta ke Presiden Prabowo Subianto
  • Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengidentifikasi 76 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatra belum ditutup

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), memiliki langkah taktis mengantisipasi kecelakaan pada transportasi Kereta Api (KA). Menko Infra, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, langkah taktis itu telah diserahkannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah langkah taktis tersebut, merupakan hasil identifikasi pascakecelakaan KRL CommuterLine dengan KA Argo Bromo Anggrek, beberapa waktu lalu. Dikatakan Menko Infra, langkah-langkah taktis itu sebagiannya telah dilakukan, dan dijadikan sebagai usulan untuk segera ditindaklanjuti.

"Kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis, solusi yang harus segera diambil dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," kata Agus saat konferensi pers, usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa AHY ini, memaparkan sejumlah langkah taktisnya. Perihal ini, terkait penutupan perlintasan sebidang kereta api di berbagai daerah.

Ia menuturkan bahwa dari hasil identifikasi, setidaknya terdapat 76 perlintasan sebidang, yang belum dilakukan penutupan. Bahkan hal tersebut dikatakan Menko Infra, tidak hanya dilakukan di sepanjang jalur Kereta Api di Pulau Jawa.

Meski demikian, AHY menyatakan pembangunan akses bagi masyarakat, sebagai pengganti dari perlintasan sebidang tersebut. Selain itu pihaknya diungkapkan AHY, juga mendorong peningkatan kualitas persinyalan sebagai sarana komunikasi arus lalu lintas Kereta Api.

"Ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang, yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatera, itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass. Kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....