Menko Infra Laporkan Progres Pembangunan Tanggul Laut Pantura ke Presiden

  • 13 Mei 2026 00:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono, laporkan progres program prioritas nasional bidang pembangunan infrastruktur dan kewilayahan ke Presiden Prabowo Subianto
  • Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono menilai, penurunan permukaan tanah di kawasan Pantura memiliki tantangan tersendiri
  • Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono menekankan, pembangunan tanggul laut di kawasan utara Jawa, tidak hanya menyelamatkan kawasan permukiman, namun juga sektor perekonomian di Pantura

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, telah mendapatkan laporan kerja terkait progres program prioritas nasional di bidang pembangunan infrastruktur dan kewilayahan. Laporan kerja itu, disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono.

Usai menyampaikan laporan tersebut, Menko Infra AHY, memaparkan sejumlah laporan yang disampaikannya kepada Kepala Negara. Salah satunya, yakni terkait rencana pembangunan tanggul laut, di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.

"Melaporkan sejumlah isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, terutama terkait dengan sejumlah program kerja prioritas nasional. Kami tadi melaporkan konsep pengembangan, sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa," kata AHY dalam konferensi pers, usai ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam laporannya itu, Menko Infra menjelaskan bahwa saat ini, kondisi di wilayah Utara Jawa, cukup mengkhawatirkan. Dimana diungkapkan AHY, di wilayah tersebut terjadinya penurunan muka tanah, yang memudahkan banjir rob.

Ia menuturkan bahwa dalam menghadapi kondisi tersebut, pemerintah tengah mematangkan pembangunan tanggul laut. Hal ini untuk mencegah masuknya air laut ke wilayah utara Jawa, akibat permukaan tanah yang lebih rendah.

"Kondisinya hari ini menghadapi tantangan. Baik dari penurunan permukaan tanah (land subsidence), maupun banjir rob akibat naiknya permukaan air laut," ujarnya.

Jika hal itu tidak segera ditangani, AHY menilai, dampak tingginya muka air laut tidak hanya mengganggu kawasan permukiman. Namun Menko Infra menuturkan, hal itu juga akan menghambat perekonomian di wilayah Pantura.

"Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura. Sekaligus juga ekonominya, karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana," imbuh Menko Infra AHY.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....