Rumah Pangan B2SA Pasok Program MBG

  • 12 Mei 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rumah Pangan B2SA di Mempawah mulai memasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis
  • Kelompok TP PKK Desa Sejegi memproduksi nugget ikan nila dan ayam secara rumahan
  • Produk disalurkan ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Mempawah
  • Penjualan mencapai 17.200 potong nugget atau 430 kilogram per bulan
  • Bapanas menilai program mulai berdampak terhadap ekonomi dan lapangan kerja desa

RRI.CO.ID, Mempawah - Kelompok binaan Rumah Pangan B2SA di Kabupaten Mempawah mulai memasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis. Produk pangan disalurkan ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di daerah tersebut.

Kelompok TP PKK Desa Sejegi memproduksi nugget ikan nila dan nugget ayam untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis. Produksi dilakukan secara rumahan oleh anggota kelompok masyarakat desa.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto mengatakan program Rumah Pangan B2SA mulai berdampak terhadap ekonomi desa. Kelompok masyarakat disebut mulai terhubung dengan rantai pasok pangan nasional.

“Program Rumah Pangan B2SA diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa. Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Andriko di Jakarta, Senin 11 Mei 2026.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam program Makan Bergizi Gratis membuka peluang usaha baru. Program juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah pangan lokal.

Kelompok TP PKK Desa Sejegi saat ini memasok kebutuhan pangan ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Total penjualan mencapai 17.200 potong nugget atau setara 430 kilogram per bulan.

Produksi dilakukan hampir setiap hari untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis. Anggota kelompok terlibat mulai dari pengolahan hingga distribusi produk.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional Rinna Syawal mengapresiasi capaian kelompok Desa Sejegi. Program dinilai berhasil mendorong tumbuhnya usaha pangan lokal produktif.

“Pangan lokal bisa menjadi produk berkualitas dan disukai anak-anak. Program ini juga memberi dampak ekonomi,” kata Rinna.

Ia berharap keberhasilan Desa Sejegi dapat menjadi contoh bagi kelompok Rumah Pangan B2SA lain. Saat ini terdapat 75 titik Rumah Pangan B2SA di berbagai daerah.

Menu berbahan nugget produksi Desa Sejegi disajikan empat kali dalam sebulan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi mitra. Permintaan produk diperkirakan terus meningkat.

Kelompok TP PKK Desa Sejegi juga telah mengantongi sejumlah legalitas usaha. Legalitas meliputi Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan, Nomor Induk Berusaha, dan sertifikat halal.

Saat ini kelompok masih mengurus izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan. Izin tersebut dibutuhkan untuk memperluas pemasaran produk pangan olahan.

Meski demikian, kelompok masih menghadapi kendala perlengkapan produksi. Keterbatasan sarana membuat proses produksi membutuhkan waktu lebih lama.

Badan Pangan Nasional menyatakan akan terus mendorong pemberdayaan pangan lokal berbasis masyarakat. Program diarahkan mendukung sistem pangan sehat dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....