Dinkes DKI: Hasil Lab MBG di Jaktim Keluar Pekan Depan

  • 09 Mei 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta masih menyelidiki dugaan keracunan ratusan siswa setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pulogebang, Jakarta Timur.
  • Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diperkirakan baru keluar pekan depan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta masih menyelidiki dugaan keracunan ratusan siswa setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pulogebang, Jakarta Timur. Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan diperkirakan baru keluar pekan depan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, dugaan sementara sumber masalah berasal dari menu pangsit isi tahu yang disajikan kepada siswa. Makanan tersebut dilaporkan memiliki rasa masam.

“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,” ujar Ani, Sabtu 9 Mei 2026.

Dinkes DKI bersama Dinas Pendidikan mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan pada Jumat (8/5). Dari jumlah tersebut, 188 siswa telah mengakses fasilitas kesehatan, sementara 26 siswa masih menjalani perawatan hingga hari ini.

Ani menegaskan gejala yang dialami siswa bervariasi dan sebagian besar tergolong ringan.

“Jangan 252-nya saja yang disebut, karena gejalanya memang beragam, banyak juga yang tidak berat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Suku Dinas Kesehatan Jaktim telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang selaku penyedia makanan MBG. Langkah yang dilakukan meliputi inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanan, serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ani menjelaskan SPPG Pulogebang mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026. Berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola diberikan waktu tiga bulan untuk melengkapi sertifikat tersebut.

“Inspeksi kesehatan lingkungan sudah dilakukan dan saat ini SPPG dalam proses perbaikan. Serta pelatihan bagi penjamah makanannya,” ujarnya.

Sementara itu, siswa yang masih dirawat tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni RS Citra Harapan Bekasi (12 pasien), RS Ananda (3 pasien), RSI Pondok Kopi (2 pasien). Kemudian, RS Resti Mulya (2 pasien), RS Firdaus (4 pasien), RSI Sukapura (2 pasien), dan RS Pekerja (1 pasien), seluruhnya dirawat di ruang rawat inap biasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....