Kemendikdasmen Revitalisasi 4.700 Perpustakaan Sekolah Demi Penguatan Literasi
- 12 Mei 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen akan memperbaiki 4.700 ruang perpustakaan di berbagai sekolah di Indonesia
- Revitalisasi maupun rehabilitasi ruang perpustakaan masuk dalam sasaran program revitalisasi satuan pendidikan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan memperbaiki 4.700 ruang perpustakaan di berbagai sekolah di Indonesia. Perbaikan ini untuk mendukung penguatan literasi murid melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, meskipun jumlah perbaikan tersebut tidak sebanyak untuk ruang praktik. Namun ia memastikan, terus berupaya memberikan perhatian pada peningkatan literasi peserta didik, khususnya pada jenjang pendidikan menengah.
“Terkait perpustakaan, dari sisi infrastrukturnya ada 4.700 perpustakaan yang dibangun, di samping memang masih lebih banyak ruang praktek sih kalau ruang praktek lebih dari 7.500. Tapi dari sisi infrastruktur, kami sudah memberikan perhatian yang sangat penting terkait perpustakaan ini,” kata Tatang dalam acara Bincang Santai bersama Media dengan topik "Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman", di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia memastikan revitalisasi maupun rehabilitasi ruang perpustakaan masuk dalam sasaran program revitalisasi satuan pendidikan. Hal ini, lanjut dia, mengingat perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku atau ruang baca, melainkan menjadi pusat belajar, ruang kolaborasi, hingga ruang tumbuh kreativitas peserta didik.
“Karena ruang perpustakaan yang nyaman dan layak dapat meningkatkan minat baca di kalangan peserta didik. Sekaligus juga dapat menguatkan literasi pada peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, untuk menambah koleksi buku, khususnya buku non-teks di perpusta sekolah, pihaknya akan menggandeng berbagai pihak. Di antaranya, bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Badan Bahasa Kemendikdasmen, dan Pusat Perbukuan Kemendikdasmen.
“Kami juga perlu ada penyediaan-penyediaan buku bacaan non-teks gitu ya, baik dari dukungan Perpustakaan Nasional yang juga memang ada mengirimkan ke sekolah-sekolah. Kemudian dari Badan Bahasa dan juga ada dari Pusat Perbukuan,” kata Tatang.
Dalam acara yang sama, Kepala Perpusnas Aminudin Aziz mengapresiasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang mengikutsertakan perbaikan ruang perpustakaan di sekolah. “Ini adalah cara baru memandang bagaimana integrasi antara kegiatan belajar di kelas dengan keberadaan perpustakaan,” kata Aminudin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....