PPLI Pamerkan Teknologi Pengelolaan Limbah Terpadu di Indonesia-Japan

  • 12 Mei 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) memamerkan teknologi pengelolaan limbah
  • PPLI mengadopsi pengalaman dan teknologi DOWA Group dari Jepang yang telah berkembang lebih dari 100 tahun

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) memamerkan teknologi pengelolaan limbah terpadu dalam ajang The 2nd Indonesia-Japan Environment Week di Jakarta. Hal ini sebagai upaya mendukung pengembangan industri berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan di Indonesia.

Direktur Operasional PPLI Tetsuya Yumoto mengatakan perusahaan menghadirkan layanan pengelolaan limbah terintegrasi dari hulu hingga hilir. Termasuk untuk penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Kami menyediakan layanan one-stop service bagi pelanggan, mulai dari pengemasan limbah, pengangkutan menggunakan armada berizin. Kemudian pengolahan secara kimia dan fisika, hingga pembuangan akhir di fasilitas landfill berstandar internasional,” kata Yumoto dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut dia, PPLI mengadopsi pengalaman dan teknologi DOWA Group dari Jepang yang telah berkembang lebih dari 100 tahun. Tujuannya untuk mendukung pengelolaan limbah sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.

Ia menjelaskan perusahaan juga mengembangkan berbagai inisiatif resource recovery dengan mengekstraksi material bernilai dari limbah industri. Agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku alternatif maupun sumber energi terbarukan.

“Kami terus mendorong inovasi agar limbah yang kami kelola dapat dimanfaatkan kembali semaksimal mungkin. Sehingga mampu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yumoto turut menyoroti fasilitas pengolahan limbah PCBs (Polychlorinated Biphenyls) milik PPLI di Gunung Putri, Bogor. Yang disebut menjadi satu-satunya fasilitas pengolahan limbah PCBs di Indonesia.

Fasilitas tersebut dibangun melalui kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bersama United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) guna mendukung target Indonesia bebas PCBs pada 2028 sesuai Konvensi Stockholm.

Sementara, Wakil Menteri Lingkungan Global Jepang DOI Kentaro menegaskan komitmen Jepang untuk memperkuat kerja sama lingkungan dengan Indonesia. Strateginya dengan skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

“Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada efisiensi energi. Tetapi juga mencakup berbagai sektor penting lainnya seperti pengelolaan debu, konservasi tanah, dan tata guna lahan,” ujar Doi.

Ia menilai Indonesia-Japan Environment Week menjadi sarana untuk mempertemukan kebutuhan kebijakan lingkungan Indonesia. Salah satu langkah dengan solusi teknologi dari perusahaan kedua negara.

Menurut Doi, teknologi seperti sistem pemulihan panas industri atau waste heat recovery system. Dan dapat mendukung dekarbonisasi industri sekaligus menyediakan pasokan listrik mandiri bagi pabrik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....