Indonesia Desak Akuntabilitas Gugurnya Pasukan UNIFIL RI di Lebanon

  • 12 Mei 2026 19:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia terus mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh, terkait gugurnya personel pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia di Lebanon.
  • Menlu Sugiono mengatakan proses penyelidikan oleh PBB masih berlangsung.
  • Indonesia selama ini menjadi salah satu negara kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk dalam misi UNIFIL di Lebanon.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh, terkait gugurnya personel pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia di Lebanon. Kata Menlu RI, Sugiono saat ditemui di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Menlu Sugiono mengatakan proses penyelidikan oleh PBB masih berlangsung. Menurutnya, Indonesia menaruh perhatian besar terhadap aspek akuntabilitas dalam kasus tersebut.

“Mereka masih menginvestigasi. Kita perlu akuntabilitas,” ucap Menlu Sugiono kepada wartawan usai menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan.

Terpisah, Juru Bicara kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan hasil investigasi awal atau preliminary investigation sebelumnya telah disampaikan kepada publik. Namun, proses investigasi secara keseluruhan masih terus berjalan di bawah mekanisme PBB.

Ia menambahkan Indonesia akan terus mengawal perkembangan investigasi hingga hasil akhirnya diumumkan secara resmi. Pemerintah juga terus melakukan komunikasi intensif dengan Sekretariat PBB melalui Perutusan Tetap RI (PTRI) di New York.

Preliminary investigation sudah selesai, proses masih berjalan, kita menghormati itu. Tapi, kita ingin memastikan bahwa hasilnya nanti akan ada,” ucapnya menekankan.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang (tengah) saat ditemui wartawan usai Pertemuan Bilateral Menlu RI-Menlu Singapura di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta (Foto: RRI/ Retno Mandasari)

Menurut Yvonne, komunikasi antara Indonesia dan PBB dilakukan secara erat untuk memastikan proses investigasi berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Hal itu dinilai penting mengingat keselamatan pasukan penjaga perdamaian menjadi prioritas utama Indonesia dalam setiap misi internasional.

Indonesia selama ini menjadi salah satu negara kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk dalam misi UNIFIL di Lebanon. Pemerintah menegaskan komitmen terhadap misi perdamaian dunia tetap berjalan seiring dengan upaya memperkuat perlindungan bagi personel yang bertugas di wilayah konflik.

United Nations Department of Peace Operation (UNDPO) telah melaporkan hasil investigasi awal penyebab tewasnya tiga personel RI UNIFIL di Lebanon Selatan. Sebelumnya, satu personel penjaga perdamaian Garuda UNIFIL gugur di Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026.

Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr. 2 personel Garuda di UNIFIL lainnya kembali gugur di dekat Bani Haiyyan, Lebanon Selatan, Senin, 30 Maret 2026.

Hasil investigasi awal UNDPO menyebut, insiden melibatkan tembakan tank militer Israel menyebabkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian RI di UNIFIL. Indonesia juga mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh atas ledakan Jumat, 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon Selatan.

Insiden ini kembali melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas pada UNIFIL. Sayangnya, seorang pasukan penjaga perdamaian Praka Rico Pramudia meninggal dunia pada 24 April 2026, setelah dirawat intensif akibat luka serius yang dideritanya sejak insiden 29 Maret lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....