Penguatan SDM Ekonomi Kreatif Penting menuju Indonesia Emas 2045

  • 11 Mei 2026 16:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif menjadi fondasi penting
  • Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045
  • Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu pilar dalam membangun kemandirian ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing global

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif menjadi fondasi penting. Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu pilar dalam membangun kemandirian ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing global. “Indonesia Emas 2045 dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional,” kata Afriansyah, Senin, 11 Mei 2026.

Ia mengatakan pemerintah terus mendorong transformasi ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui sejumlah program prioritas pada 2026. Langkah tersebut diarahkan untuk menjawab perubahan dunia kerja dan kesenjangan kompetensi akibat perkembangan teknologi.

Afriansyah menilai transformasi digital telah mengubah pola ketenagakerjaan dan membuka peluang baru berbasis kreativitas serta inovasi teknologi. Karena itu, Indonesia dinilai perlu menyiapkan talenta yang adaptif dan mampu menciptakan nilai tambah di tengah dinamika global.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya menyiapkan tenaga kerja. Tetapi juga membangun fondasi SDM masa depan yang inovatif dan kompetitif.

Adapun empat pilar strategis prioritas Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 meliputi penguatan pusat pelatihan vokasi. Melalui program peningkatan dan penyesuaian keterampilan sesuai kebutuhan industri masa depan.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan Talent and Innovation Hub sebagai ruang inkubasi untuk mendorong lahirnya inovator dan produk kreatif baru. Program pelatihan dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan setara.

Sementara itu, Labor Productivity Clinics disiapkan untuk mendukung peningkatan produktivitas. Serta daya saing perusahaan nasional di tingkat global.

Afriansyah menambahkan, seluruh program tersebut diarahkan untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif, produktif. Dan mampu memperkuat daya saing Indonesia di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....