Bulog: Stok Beras di Kepulauan Terluar Aman hingga Tiga Bulan

  • 26 Apr 2026 06:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Kepri memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar Indonesia.
  • Bulog mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap pasokan pangan. Secara nasional, stok beras Bulog saat ini disebut melimpah, mencapai sekitar lima juta ton.

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Kepri memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar Indonesia. Seperti Kabupaten Anambas dan Kabupaten Lingga, aman untuk tiga bulan ke depan.

Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyampaikan, bahwa hingga 23 April 2026, stok beras di gudang Siantan, Kabupaten Anambas tercatat sebanyak 376 ton. Sementara itu, gudang Sungai Besar di Kabupaten Lingga menyimpan 310 ton beras.

“Estimasi konsumsi beras sekitar 100 ton per bulan. Sehingga stok CBP di dua pulau ini masih aman dan cukup sampai tiga bulan ke depan,” ujar Arief saat dihubungi di Tanjungpinang, Sabtu 25 April 2026.

Selain itu, stok CBP di gudang Bulog Melayu Kota Piring yang melayani kebutuhan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan masih mencapai sekitar 2.400 ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu menopang ketahanan stok pangan hingga empat bulan mendatang.

Arief mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap pasokan pangan. Secara nasional, stok beras Bulog saat ini disebut melimpah, mencapai sekitar lima juta ton.

“Bahkan Bulog menyewa gudang-gudang swasta untuk menyimpan stok CBP karena gudang kami terbatas dan tidak bisa menampung semuanya,” katanya. Ia menambahkan, sejak awal 2026 permintaan beras medium Bulog meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada 2025 penyaluran rata-rata hanya sekitar 10 ton per pekan, kini meningkat menjadi 60 ton per pekan. Tingginya minat masyarakat terhadap beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dipengaruhi fluktuasi harga beras di pasaran.

Beras Bulog dinilai menjadi alternatif karena harganya lebih terjangkau dengan kualitas yang tetap terjaga. Arief juga memastikan harga beras Bulog masih stabil di angka Rp65.500 per lima kilogram.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....