Ancaman Hanta Virus, DPR Minta Pemerintah Perkuat Pengamatan Sistematis

  • 11 Mei 2026 11:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi IX DPR RI mulai menyorot tajam, kasus Hanta Virus yang dikabarkan sudah masuk di Indonesia.
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris meminta, pemerintah memperkuat surveilans (pengamatan sistematis) untuk mencegah adanya penularan Hanta Virus.
  • Pemerintah juga perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan otoritas kesehatan di berbagai negara serta lembaga kesehatan internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi IX DPR RI mulai menyorot tajam, kasus Hanta Virus yang dikabarkan sudah masuk di Indonesia. Terlebih, setelah pemberitaan Dinkes Yogyakarta memastikan, satu warga asal Kulon Progo, suspek terpapar Hanta Virus dinyatakan negatif.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris meminta, pemerintah memperkuat surveilans (pengamatan sistematis) untuk mencegah adanya penularan Hanta Virus. "Meski hasilnya negatif, kejadian ini tetap menjadi pengingat penting bahwa penguatan surveilans penyakit menular harus terus dilakukan," kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Charles menegaskan, pemerintah harus memastikan sistem surveilans berjalan baik hingga ke daerah. Termasuk, kesiapan fasilitas kesehatan, laboratorium, serta mekanisme deteksi dini dan pelaporan yang cepat.

"Pemerintah juga perlu memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan otoritas kesehatan di berbagai negara serta lembaga kesehatan internasional. Guna memonitor perkembangan dan penyebaran virus ini secara global," ucap Charles.

Langkah tersebut, Charles mengingatkan, penting agar Indonesia dapat melakukan antisipasi lebih dini. Sekaligus, menyiapkan respons kesehatan masyarakat secara tepat terhadap ancaman Hanta Virus.

Tidak lupa, Charles mengimbau, masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. "Ikuti informasi resmi dari pemerintah maupun otoritas kesehatan," ujar Charles.

Diberitakan sebelumnya, Dinkes Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, mengungkapkan hasil kasus suspek Hanta Virus seorang warga wilayah tersebut. Dinkes menyampaikan, hasil laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan negatif.

"Pada tahun 2026 ini memang ada suspek Hanta Virus. Tetapi hasilnya sudah keluar dua hari lalu dan hasilnya negatif," kata Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih seperti dilansir Antara, Minggu, 10 Mei 2026.

Meskipun hasilnya negatif, masyarakat di Kabupaten Kulon Progo tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penularan penyakit zoonosis tersebut. Terutama, terhadap tikus yang menjadi perantara penularan Hanta Virus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....