Menko Polkam Tekankan Perwira Polri Harus Jadi Pelindung Masyarakat

  • 10 Mei 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menegaskan Polri harus menjadi institusi yang dicintai masyarakat.
  • Menurut Djamari, menjadi perwira Polri bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian sepanjang hidup, sehingga taruna diminta tidak hanya mengejar pangkat dan jabatan setelah lulus.
  • Ia menekankan setiap anggota Polri harus benar-benar hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

RRI.CO.ID, Semarang – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menegaskan Polri harus menjadi institusi yang dicintai masyarakat. Karena itu, para calon perwira diminta membangun karakter, integritas, dan semangat pengabdian kepada rakyat.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada 1.064 taruna dan siswa Akademi Kepolisian, Semarang, Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema mewujudkan perwira Polri yang adaptif, profesional, dan dicintai masyarakat.

Menurut Djamari, menjadi perwira Polri bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian sepanjang hidup. Karena itu, para taruna diminta tidak hanya mengejar pangkat dan jabatan setelah lulus.

“Masyarakat membutuhkan profil personel Polri yang tulus mengabdi. Sadarilah bahwa menjadi perwira polisi adalah pengabdian, bukan sekadar profesi,” ujarnya keterangan pers yang diterima RRI.CO.ID pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menekankan setiap anggota Polri harus benar-benar hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Menurutnya, citra Polri akan terbentuk dari sikap, ucapan, dan tindakan anggotanya di lapangan.

“Kepolisian harus mampu menjadi institusi yang dicintai rakyat. Polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat jangan hanya menjadi slogan,” katanya.

Djamari juga mengingatkan Indonesia memiliki karakter masyarakat yang beragam di setiap daerah. Karena itu, para taruna diminta siap bertugas di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai budaya berbeda.

Selain itu, ia menilai seorang perwira harus mampu membangun kedekatan dengan anggota di lapangan. Menurutnya, kepemimpinan yang baik lahir dari kebersamaan dan kepedulian terhadap bawahan.

“Tempat terbaik seorang pimpinan adalah bersama anak buahnya. Sayangi anak buahmu sebagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik oleh atasanmu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Djamari turut mengapresiasi para pengajar dan pengasuh Akpol yang mendidik calon perwira Polri. Ia menilai tugas mendidik membutuhkan kompetensi dan tanggung jawab besar.

Sementara itu, Gubernur Akpol, Daniel Tahi Monang Silitonga, menyampaikan apresiasi atas pembekalan tersebut. Menurutnya, pengalaman dan pengabdian Menko Polkam menjadi inspirasi bagi generasi muda Polri.

"Usia 77 tahun bukanlah angka yang kecil, tetapi bagi seorang prajurit, usia hanyalah hitungan kalender. Yang membuat beliau tetap energik adalah tujuan hidup untuk menjaga negeri ini tetap aman," ucap Daniel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....