Menteri PPPA Apresiasi Warga Pati Bongkar Kekerasan di Pesantren
- 10 Mei 2026 13:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengapresiasi keberanian warga Pati yang mendorong percepatan penanganan kasus kekerasan seksual di pesantren Pati.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengapresiasi keberanian warga mendorong penanganan kasus kekerasan seksual di pesantren Pati. Penangkapan tersangka dinilai menjadi momentum penting memutus rantai kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis agama setempat secara tegas.
“Keberanian masyarakat untuk bersuara dan memantau kasus kekerasan seksual di Pati merupakan kekuatan besar bagi kita semua. Penangkapan tersangka ini adalah bukti bahwa masyarakat tidak membiarkan kekerasan terjadi di lingkungan suci pendidikan,” kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurutnya, keberanian warga melapor menjadi modal penting meruntuhkan relasi kuasa yang membungkam korban selama ini. Pemerintah memprioritaskan pendampingan hukum dan psikologis agar korban terlindungi dari intimidasi serta pulih dari trauma.
“Dukungan masyarakat menjadi penguat bagi Kemen PPPA dalam upaya pendampingan dan perlindungan korban. Keamanan dan kenyamanan santri lainnya harus menjadi jaminan mutlak,” ujarnya.
Karena itu, Kementerian PPPA mengoptimalkan peran PUSPAGA dan PATBM di Pati guna memperkuat pemulihan korban kekerasan seksual. Layanan berbasis masyarakat itu juga difokuskan mendampingi keluarga korban serta mencegah kekerasan serupa terulang kembali.
“Kita tidak boleh membiarkan korban merasa sendirian. Melalui PATBM dan PUSPAGA, kita rangkul korban, keluarga, dan lingkungannya agar mereka dapat bangkit kembali,” kata Arifah menutup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....