Kunjungan Wisman dan Perjalanan Wisnus Melonjak pada Maret 2026
- 04 Mei 2026 16:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kenaikan signifikan ini memperlihatkan tren pemulihan sektor pariwisata dan transportasi nasional yang semakin kuat pada awal 2026.
- BPS mencatat kenaikan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Maret 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Maret 2026. Lonjakan ini dinilai mencerminkan pemulihan sektor pariwisata serta meningkatnya mobilitas masyarakat.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan jumlah kunjungan wisman pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan. Atau meningkat 10,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, sepanjang Januari–Maret 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat sebesar 3,44 juta kunjungan, tumbuh 8,62 persen secara tahunan. “Kunjungan wisman pada Januari sampai Maret 2026 merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” ujarnya di Jakarta, Senin 4 Mei 2026.
| Baca juga: BPS Catat NTP Februari 2026 Naik Jadi 125,45 |
Berdasarkan kebangsaan, wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Indonesia dengan 186,53 ribu kunjungan atau 17,14 persen dari total wisman. Tidak hanya wisatawan asing, mobilitas wisatawan domestik juga meningkat tajam.
BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus pada Maret 2026 mencapai 126,34 juta perjalanan, melonjak 42,10 persen dibandingkan Maret 2025.
Secara kumulatif, total perjalanan wisnus selama Januari–Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan atau naik 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Ateng, lonjakan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran serta meningkatnya penggunaan berbagai moda transportasi. Peningkatan mobilitas tercermin dari pertumbuhan jumlah penumpang di seluruh moda transportasi:
- Kereta api: 48,14 juta penumpang (naik 17,76 persen)
- Angkutan udara domestik: 5,62 juta penumpang (naik 32,35 persen)
- Angkutan laut domestik: 3,12 juta penumpang (naik 26,72 persen)
- Angkutan udara internasional: 1,54 juta penumpang (naik 8,14 persen)
- Moda penyeberangan: 7,06 juta penumpang (melonjak 72,73 persen)
Kenaikan signifikan ini memperlihatkan tren pemulihan sektor pariwisata. Serta transportasi nasional yang semakin kuat pada awal 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....