Akademisi Dorong Pencegahan Radikalisme Melalui Promosi Toleransi
- 09 Mei 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Upaya pencegahan radikalisme dan terorisme dapat dilakukan melalui promosi toleransi.
- Pendekatan di lingkungan pendidikan dan ruang digital penting cegah radikalisme.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan mengatakan, upaya pencegahan radikalisme dan terorisme dapat dilakukan melalui promosi toleransi. Utamanya, di lingkungan pendidikan dan ruang digital.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting lantaran radikalisme dan terorisme tidak muncul secara tiba-tiba. Dalam hal ini telah proses bertahap.
“Dimulai dari intoleransi, kemudian berkembang menjadi radikalisasi, hingga akhirnya berujung pada terorisme. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak tahap awal dengan memerangi intoleransi di masyarakat,” kata Halili dalam perbincangan dengan Pro3 RRI, Jumat, 8 Mei 2026.
Selain itu, lanjut dia, upaya memerangi intoleransi membutuhkan kerja besar dari berbagai pihak, terutama di sektor pendidikan. Tantangan saat ini semakin kompleks karena perkembangan teknologi digital.
“Ini juga dimanfaatkan jaringan radikal dan terorisme untuk memperluas saluran penyebaran paham mereka. Perkembangan teknologi membuat aktor radikalisme semakin beragam,” ujarnya.
Bahkan, anak-anak dapat mengalami proses radikalisasi secara mandiri melalui akses terhadap berbagai konten digital. Utamanya melalui berbagai channel yang memperlihatkan jaringan radikal.
“Tantangan serius sekarang berkaitan dengan anak dan technological advance. Jaringan terorisme maupun jaringan radikal secara umum memperbanyak channel,” katanya.
Ia mengatakan, tantangan terbesar bukan hanya persoalan teknis pengawasan digital. Tetapi juga peran orang dewasa dalam membangun sistem yang melindungi anak.
Kerentanan anak terhadap paparan radikalisme disebut sebagai dampak dari kegagalan sistem yang dibentuk orang dewasa. Sebagai langkah pencegahan, ia menilai perlu adanya penguatan kontra narasi sekaligus penciptaan narasi alternatif di ruang digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....