Polri Bekali Personel dengan Kompetensi AI untuk Cegah Kejahatan Siber
- 15 Sep 2026 13:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polri menggandeng Universitas Bina Nusantara untuk memperkuat pemahaman personel mengenai perkembangan AI.
RRI.CO.ID, Jakarta – Polri meningkatkan kompetensi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kepada para personelnya untuk mencegah kejahatan siber. Pelatihan diberikan kepada sejumlah personel Polres di jajaran Polda Metro Jaya, Senin 14 September 2026 di Jakarta.
Wakaposko Presisi Polri, Brigjen Pol Boro Windu Danandito, mengatakan mereka akan menjadi penghubung penyebaran pemahaman mengenai AI. Edukasi tersebut nantinya dapat menjangkau pelajar, pekerja, hingga kelompok masyarakat lainnya.
“Kami pertama-tama mengajarkan kepada teman-teman kepolisian,” ujarnya, Selasa 15 September 2026. “Kemudian, personel kepolisian akan mengajarkan pada lingkungan mereka sendiri.”
Boro mengatakan perkembangan teknologi juga diikuti munculnya berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin beragam. Di antaranya cyberbullying, penipuan daring, hingga penyalahgunaan teknologi berbasis AI.
Menurut dia, semakin luasnya penggunaan AI turut membuka potensi pemanfaatan teknologi tersebut untuk berbagai kepentingan berbahaya. Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah munculnya muatan radikalisme melalui konten berbasis AI.
Kondisi tersebut membuat personel Polri perlu memiliki pengetahuan memadai sebelum memberikan edukasi kepada masyarakat. Pemahaman yang sama juga dibutuhkan agar informasi yang disampaikan di lapangan tetap konsisten.
Boro mengatakan standar pemahaman menjadi bekal ketika personel berhadapan langsung dengan masyarakat. Edukasi tersebut terutama diarahkan kepada kalangan pelajar yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital.
“Pertama-tama mereka harus punya standar dan pemahaman yang sama,” ujarnya. “Ketika turun ke lapangan untuk ketemu para pelajar dan masyarakat, mereka bisa memberikan informasi yang setara.”
Boro mencontohkan pemahaman mengenai hoaks sebagai salah satu informasi penting yang perlu diberikan. Masyarakat diharapkan mampu mengenali risiko sekaligus menggunakan perkembangan teknologi secara lebih bijak.
Untuk memperkuat kompetensi digital personel, Polri menggandeng Universitas Bina Nusantara dalam pelatihan tersebut. Kerja sama diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai perkembangan serta penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur Bina Nusantara Group, Harry Surya Adam, mengatakan AI akan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurut dia, kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai teknologi semakin penting bagi masyarakat maupun personel kepolisian.
“Kami percaya kerja sama antara institusi Polri dengan Universitas Bina Nusantara adalah suatu kerja sama yang baik," ujarnya. "Ini untuk menanamkan pengetahuan dan aplikasi AI di dalam kehidupan sehari-hari."
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan membuat personel Polri semakin siap menghadapi perkembangan kejahatan berbasis teknologi. Mereka juga diharapkan mampu membantu masyarakat memahami risiko sekaligus memanfaatkan AI secara tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....