BPOM-BGN Perkuat Pengawasan Keamanan Program Makan Bergizi Gratis

  • 07 Mei 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bekerjasama untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Khususnya, pada aspek keamanan dan mutu pangan.
  • Dadan Hindayana menegaskan komitmen BGN memastikan seluruh makanan yang disalurkan telah melalui pengawasan ketat. Hal ini dilakukan sebelum dikonsumsi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) bekerjasama untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Khususnya, pada aspek keamanan dan mutu pangan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut diteken Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Kepala BGN Dadan Hindayana di kantor BGN, Jakarta, Kamis 7 Mei 2026. Ini sebagai tindak lanjut nota kesepahaman kedua lembaga yang telah disepakati pada 23 Januari 2025.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang membutuhkan sistem pengawasan pangan kuat, terintegrasi, dan berbasis ilmiah. Hal ini penting untuk memastikan makanan yang diterima masyarakat aman, bermutu, serta memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.

“Keamanan dan mutu pangan menjadi aspek fundamental yang harus dipenuhi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Sehingga diperlukan sistem pengawasan yang kuat, terintegrasi, dan berbasis ilmiah untuk melindungi masyarakat,” ujar Taruna.

Dalam kerja sama ini, BPOM dan BGN akan berkolaborasi melalui skema swakelola tipe II. Dukungan BPOM mencakup pengembangan metode analisis, pengawasan dan pengujian pangan, serta pembinaan dan pelatihan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program di lapangan.

BPOM juga mengerahkan jejaring 83 unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia untuk memperkuat pengawasan. Hasil pengujian dan pengawasan tersebut diharapkan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam implementasi Program MBG di berbagai daerah.

“Dengan jejaring 83 UPT di seluruh Indonesia, BPOM siap melaksanakan pengawasan keamanan dan mutu Program MBG,” ucap Taruna. Sementara itu, BGN mendukung melalui penyediaan sarana dan prasarana, alat serta bahan pengujian, hingga pengembangan sistem informasi pengawasan program.

Dadan Hindayana menegaskan komitmen BGN memastikan seluruh makanan yang disalurkan telah melalui pengawasan ketat. Hal ini dilakukan sebelum dikonsumsi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap makanan yang disalurkan dalam program ini telah melalui proses pengawasan dan pengujian yang ketat. Sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengawasan pangan nasional, tetapi juga memastikan keberlanjutan Program MBG dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kerja sama tersebut bermuara pada terwujudnya generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....