Halili: Intoleransi Jadi Tahap Awal Rantai Radikalisme di Indonesia

  • 08 Mei 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Radikalisme terjadi melalui tahapan berjenjang: intoleransi, radikalisasi, hingga terorisme kekerasan
  • Pencegahan harus dilakukan dari hulu melalui penguatan nilai toleransi di masyarakat
  • Promosi toleransi dinilai sebagai langkah paling mendasar mencegah radikalisme sejak dini

RRI.CO.ID, Jakarta — Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan menegaskan intoleransi menjadi tahap awal dalam proses radikalisme di Indonesia. Ia menilai upaya penanganan harus dimulai dari tahap paling awal dengan memperkuat nilai toleransi di masyarakat.

Menurutnya, radikalisme tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan yang berjenjang dan saling berkaitan. Tahapan tersebut dimulai dari intoleransi, kemudian radikalisasi, hingga berujung pada tindakan terorisme kekerasan.

Ia menjelaskan konsep tersebut merujuk pada teori tangga menuju terorisme yang menjelaskan proses bertahap. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus difokuskan pada tahap awal sebelum berkembang menjadi ancaman serius.

“Jadi pada dasarnya kalau kita bicara dalam perspektif pencegahan, nggak ada ekstremisme kekerasan yang terjadi tiba-tiba. Jadi kita harus memastikan bahwa kita itu melakukan sesuatu, melakukan tindakan pencegahan itu di level paling hulu sesungguhnya,” ujar Halili saat dialog bersama Pro3 RRI melalui zoom pada Jumat, 8 Mei 2026.

Halili menilai promosi toleransi menjadi langkah paling mendasar dalam mencegah radikalisme sejak dini di masyarakat. Menurutnya, upaya ini harus dilakukan secara sistematis melalui kebijakan pemerintah dan peran aktif masyarakat luas.

Ia menambahkan bahwa pencegahan tidak cukup hanya sebatas sistem peringatan dini atau early warning system terhadap potensi radikalisme. Menurutnya, perlu ada respons nyata setelah munculnya sinyal bahaya yang terdeteksi di masyarakat.

Bukan hanya early warning system yang diperlukan, tapi juga early warning response. Jadi tanggapan setelah kita itu tahu bahwa ada sinyal bahaya, itu sesungguhnya bisa dikerjakan dimulai dari pemajuan toleransi,” katanya.

Halili juga menekankan pentingnya upaya melawan intoleransi sebagai akar persoalan radikalisme di Indonesia. Ia menyebut langkah ini membutuhkan komitmen besar dari pemerintah, masyarakat, serta lembaga pendidikan.

Hal ini tentu membutuhkan komitmen besar dari pemerintah, masyarakat, serta lembaga pendidikan. Dengan begitu langkah tersebut dapat memperkuat toleransi sebagai fondasi utama dalam mencegah radikalisme sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....