BNPT: Anak dan Keluarga Jadi Kunci Cegah Radikalisme Digital
- 08 Mei 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPT menegaskan pentingnya peran anak dan keluarga dalam mencegah ancaman radikalisme.
- Sigit Karyadi menyoroti derasnya arus informasi di internet. Khususnya yang dikonsumsi generasi muda, membuka peluang masuknya paham ekstremisme.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan pentingnya peran anak dan keluarga dalam mencegah ancaman radikalisme. Direktur Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal TNI Sigit Karyadi menyebut, anak dan keluarga menjadi kunci utama pencegahan di tengah meningkatnya ancaman radikalisme di ruang digital.
Ia menyoroti derasnya arus informasi di internet. Khususnya yang dikonsumsi generasi muda, membuka peluang masuknya paham ekstremisme.
“Di dunia nyata mungkin terlihat aman, tetapi di ruang digital pengaruhnya besar sekali, terutama bagi anak-anak. Bahkan, tercatat ada puluhan anak yang sudah terpapar konten kekerasan,” ujar Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 8 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan dan pendampingan anak dalam menggunakan internet bukan lagi pilihan. Melainkan kebutuhan mendesak.
Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain kebijakan perlindungan anak di ruang digital serta Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN-PE) 2026–2029. Pemerintah daerah juga didorong segera menyusun langkah konkret di tingkat lokal.
Berdasarkan hasil survei, mayoritas orang tua sebenarnya telah mulai melakukan pengawasan. Dari 59 persen responden yang memiliki anak usia 5–17 tahun, sebanyak 82 persen mengaku sudah mendampingi penggunaan internet anak.
Namun, masih terdapat hampir satu dari lima orang tua yang belum melakukan pengawasan sama sekali. Untuk itu, BNPT mendorong berbagai langkah sederhana namun berdampak, seperti memperbanyak konten positif di media sosial.
Kemudian, memperkuat pendidikan karakter dan nasionalisme di sekolah, serta meningkatkan literasi digital di keluarga. Kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas juga dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BNPT menggelar forum KSK bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Bangka Belitung. Dalam forum itu terungkap, meski Indeks Potensi Radikalisme di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurun menjadi 13,7, ancaman radikalisme di ruang digital justru menjadi perhatian serius.
Peneliti FKPT Bangka Belitung Dinar Pratama menegaskan peran orang tua dan pendidik sangat krusial dalam upaya pencegahan. “Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah. Anak perlu didampingi agar tidak mudah terpengaruh,” kata Dinar.
Forum KSK diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah hingga akademisi. Diharapkan hasil survei terkait pengawasan anak tidak hanya menjadi data, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....