BNPT Berhasil Cegah 112 Anak Terpapar Paham Radikalisme dan Terorisme

  • 03 Mei 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan, penyebaran paham radikalisme dan terorisme di ruang digital
  • Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono menyebut, 112 anak terselamatkan pah radikalisme dan terorisme
  • BNPT dan Densus 88 Polri, langsung menangani penyebaran paham radikalisme dan terorisme terhadap anak-anak

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatatkan, sebanyak 112 anak di Indonesia, hampir terpapar paham radikalisme dan terorisme. Demikian dikatakan Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn), Eddy Hartono, saat konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Paparan paham radikalisme dan terorisme itu diungkapkannya, terjadi saat anak sedang bermain game online Roblox. Dari temuan itu Kepala BNPT menuturkan, bahwa pihaknya bersama Densus 88 anti teror Polri, langsung melakukan penanganan.

Ia menilai permainan daring, menjadi salah satu modus baru dalam proses perekrutan paham radikalisme dan terorisme. Sebab di dalam aktivitas game online tersebut, pengguna anak-anak dapat berkomunikasi dengan sesama pemain yang tidak dikenal.

Dari hal inilah, Kepala BNPT menjelaskan para pelaku penyebar paham radikalisme, berkomunikasi dan menargetkan anak-anak. Eddy mengatakan, dari proses tersebut, anak-anak dihasut pemahaman radikalisme dan terorisme.

"Di samping ada fitur game gim sendiri, juga ada fitur chatnya, jadi sambil bermain mereka sangat bisa berkomunikasi. Nah disinilah yang bisa dijadikan sarana, kalau istilah kami adalah digital grooming," ujarnya.

Melihat dampak negatif dari penyalahgunaan fitur tersebut, Eddy menyatakan, bahwa perlindungan anak dalam ruang digital perlu ditegakkan. Seperti salah satunya, yakni dengan mempertegas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).

Ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut harus dapat segera di implementasikan kepada seluruh platform digital di Indonesia. Sehingga upaya ini diungkapkan Kepala BNPT, dapat menekankan masifnya penyebaran paham radikalisme dan terorisme di ruang digital anak.

"Dengan adanya hari ini kami berterima kasih banyak yang luar biasa kepada Menteri Komdigi. Jangan sampai anak-anak kita ini terpapar radikalisasi melalui algoritma maupun sosial media," imbuh Eddy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....