Kodiklatal Tekankan Moral, Profesionalisme, dan Keberanian Prajurit TNI AL
- 08 Mei 2026 16:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kodiklatal menegaskan pembentukan prajurit tidak hanya berfokus pada kemampuan militer, tetapi juga moral dan integritas
- Profesionalisme prajurit dinilai harus dibarengi keberanian mengambil keputusan demi kepentingan organisasi serta prajurit
- Sistem pendidikan Kodiklatal menggunakan pola SKS mendukung pembentukan prajurit TNI AL berkarakter dan profesional
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Pendidikan Kodiklatal Brigadir Jenderal TNI Marinir Fransisco Simanjorang menyatakan prajurit tidak hanya dibentuk memiliki kemampuan militer dalam menjalankan penugasan. Ia menegaskan lembaga pendidikan juga bertanggung jawab menciptakan prajurit yang memiliki moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Memang prajurit itu diciptakan bukan sekedar dia memiliki kemampuan militansinya, tidak. Tetapi lembaga pendidikan juga bertanggung jawab untuk menciptakan prajurit yang bermoral,” ujar Direktur Pendidikan Kodiklatal Brigadir Jendral TNI Marinir Fransisco Simanjorang kepada RRI PRO3 dalam segmen ‘TNI MENYAPA’ di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Fransisco mengatakan moral prajurit berkaitan dengan integritas yang harus dimiliki setiap peserta didik, terutama tingkat perwira. Ia menyebut integritas menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku serta tindak tanduk seorang pemimpin di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Menurutnya, kemampuan profesional saja tidak cukup apabila seorang prajurit tidak memiliki moral dalam melaksanakan tanggung jawab penugasannya. Ia menjelaskan profesionalisme mencakup kemampuan menguasai bidang kesenjataan maupun jabatan sesuai tugas yang diemban prajurit.
Fransisco mengatakan keberanian juga menjadi unsur penting dalam pembentukan karakter seorang pemimpin di lingkungan militer TNI Angkatan Laut. Ia menyebut pemimpin harus berani mengambil risiko serta memberikan saran demi kepentingan organisasi maupun prajurit.
Ia menjelaskan moto Kodiklatal berbunyi menciptakan prajurit petarung yang bermoral, profesional, dan berani dalam menghadapi berbagai tantangan penugasan. Fransisco menilai moto tersebut sudah mencerminkan kebutuhan utama pembentukan karakter prajurit TNI Angkatan Laut secara menyeluruh.
“Sehingga moto untuk Kodiklatal ini untuk menciptakan sebagai seorang prajurit petarung dengan moto bermoral, profesional, berani, saya rasa itu sudah cukup. Sudah utuh untuk kepentingan seorang prajurit,” ucapnya.
Fransisco mengatakan falsafah TNI Angkatan Laut berbunyi ‘Dwi Warna Purwa Cendekia Wasana’ memiliki makna membentuk prajurit pejuang tangguh dan terampil. Ia menyebut falsafah tersebut juga menekankan kemampuan profesi matra laut serta kesiapan jasmani tinggi dalam pelaksanaan tugas.
Ia menambahkan pola pendidikan Kodiklatal menggunakan sistem SKS dengan tingkatan tamtama, bintara, serta perwira dalam proses pembelajaran. Fransisco menyebut sistem pendidikan tersebut diterapkan mendukung pembentukan prajurit berkarakter dan profesional di lingkungan TNI Angkatan Laut.
“Pendidikan pertama maupun pendidikan pembentukan yang dilaksanakan oleh Kodiklatal, tentunya adalah menyiapkan prajurit TNI Angkatan Laut yang siap pakai, berkarakter dan profesional. Seperti yang saya sampaikan tadi, tentunya disesuaikan dengan ketentuan yang diatur di dalam lembaga pendidikan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....