TNI Perkuat Ketahanan Pangan, Koperasi Desa Diandalkan Distribusi Pangan Lokal

  • 30 Apr 2026 00:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan sebut TNI jadi kekuatan utama ketahanan pangan
  • Koperasi desa didorong sebagai ujung tombak distribusi dan ekonomi pangan
  • Ketahanan pangan kini bagian dari strategi pertahanan negara
  • Sinergi lintas sektor diperkuat dalam Apel Komandan TNI 2026
  • Produksi pangan nasional capai 34,69 juta ton

RRI.CO.ID, Bogor - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan menegaskan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi kekuatan utama dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Peran ini diperkuat hingga tingkat desa dengan koperasi sebagai ujung tombak.

Hal itu disampaikan dalam Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Universitas Pertahanan, Sentul, Kabupaten Bogor, Selasa 29 April 2026. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.500 komandan satuan dari berbagai wilayah.

"Apel Komandan TNI menjadi momentum konsolidasi lintas sektor. Pemerintah ingin membangun sistem pangan nasional yang tidak hanya kuat secara produksi, tetapi juga adil bagi petani, terjangkau bagi masyarakat, dan berkelanjutan bagi desa," katanya.

Ia mengatakan peran TNI menjadi semakin strategis di tengah tekanan geopolitik dan gangguan rantai pasok pangan global. Kondisi ini menuntut sistem pangan nasional yang kuat dan terintegrasi.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak lagi sekadar soal produksi. Pangan kini menjadi bagian dari strategi pertahanan negara.

Apel Komandan TNI juga menjadi momentum konsolidasi lintas sektor. Pemerintah mendorong sinergi untuk membangun sistem pangan yang adil bagi petani dan terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah menyiapkan penguatan di tingkat desa melalui koperasi. Koperasi desa diharapkan menjadi penggerak distribusi dan penguatan ekonomi pangan lokal.

Di sisi hilir, pemerintah juga menyoroti pengelolaan sampah menjadi energi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengatasi darurat sampah nasional.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut ketahanan pangan nasional tercapai berkat sinergi dan disiplin Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dukungan tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan program pertanian hingga ke tingkat petani.

“Kami utang budi pada TNI. Suatu capaian tidak mungkin diraih tanpa dukungan luar biasa dari TNI,” ucapnya.

Ia mengatakan keterlibatan TNI berlangsung dari tingkat bintara pembina desa hingga pimpinan tertinggi. Peran ini memastikan program pertanian berjalan efektif di lapangan.

Menurutnya, capaian sektor pertanian saat ini menunjukkan hasil signifikan. Produksi pangan nasional telah mencapai sekitar 34,69 juta ton.

Sementara itu, cadangan beras pemerintah menembus 5,12 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Dulu stok sekitar 2,6 juta ton. Hari ini lebih dari dua kali lipat,” kata Amran.

Ia menyebut capaian tersebut diakui lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization dan United States Department of Agriculture. Data tersebut juga sejalan dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS).

Lebih lanjut, ia menilai penghentian impor beras dalam jumlah besar turut memberi dampak global. Sebelumnya, impor beras Indonesia mencapai sekitar 7 juta ton.

“Hari ini harga pangan dunia lebih stabil karena Indonesia tidak lagi menjadi importir besar,” ucapnya.

Amran juga menyoroti peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Ia menegaskan capaian tersebut berbasis data dari berbagai lembaga. Menurutnya, sektor pertanian kini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan itu, Amran juga menyampaikan refleksi pribadinya sebagai anak seorang bintara pembina desa. Ia menilai nilai disiplin dan kerja keras menjadi fondasi dalam membangun sektor pangan.

“Kami lahir dalam keterbatasan, tapi bertekad untuk bangkit,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh pihak mengedepankan data dan kolaborasi dalam pembangunan pertanian. Ketahanan pangan disebut sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....