Ekonom UI Usulkan Subsidi Kompor CNG untuk Masyarakat
- 07 Mei 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Telisa Aulia Falianty menilai pemerintah perlu memberikan subsidi kompor dan regulator untuk mendukung penggunaan CNG, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.
- Penggunaan CNG membutuhkan sarana dan prasarana baru, sehingga dukungan subsidi dinilai penting untuk mempercepat pembentukan ekosistem energi baru.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut hasil kajian menunjukkan penggunaan CNG dapat lebih murah sekitar 30 persen dibandingkan LPG.
RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar FEB UI, Telisa Aulia Falianty menilai pemerintah perlu memberikan subsidi untuk kompor dan regulator pendukung penggunaan Compressed Natural Gas (CNG). Menurutnya, penggunaan CNG membutuhkan penyesuaian sarana dan prasarana penunjang, termasuk kompor dan regulator khusus.
"Kalau masyarakat harus membeli sendiri, tentu cukup berat, terutama untuk kelompok menengah ke bawah. Karena penggunaan CNG mau tidak mau membutuhkan sarana baru,'' ujarnya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia mencontohkan program konversi minyak tanah ke LPG pada masa lalu juga disertai bantuan dari pemerintah. Selain itu, dukungan pemerintah dinilai penting untuk membangun ekosistem energi baru yang masih berada pada tahap awal pengembangan.
Ia menambahkan, program penyediaan kompor murah yang bekerja sama dengan kementerian terkait dapat menjadi solusi. Namun, menurutnya, produk yang disalurkan tetap harus memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) demi menjamin keamanan masyarakat.
"Ekosistem baru biasanya memang membutuhkan subsidi pada tahap awal. Termasuk untuk alat-alat pendukungnya," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terus mencari alternatif 'pengganti' Liquefied Petroleum Gas (LPG). Di antara yang sedang dikejar adalah penggunaan Compressed Natural Gas (CNG).
Gas kompres yang menjadi alternatif itu dinilai bisa lebih murah dibandingkan pemakaian LPG. Tak tanggung-tanggung, menurut hasil kajian, ia mengatakan penggunaan CNG bisa lebih murah 30 persen.
"CNG itu sudah dilakukan kajian, harganya jauh lebih murah. Kurang lebih sekitar 30% lah lebih murah," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....