BPOM Perkuat Ekosistem Industri Kosmetik lewat ICI Expo and Seminar 2026

  • 07 Mei 2026 12:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPOM menegaskan komitmen memperkuat industri kosmetik nasional melalui ICI Expo and Seminar 2026
  • Nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai Rp35,6 triliun dengan tren pertumbuhan positif
  • Kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi dinilai penting mendorong inovasi kosmetik berbasis sains dan berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta - BPOM menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem industri kosmetik nasional melalui partisipasi aktif pada ‘Indonesia Cosmetics Ingredients (ICI) Expo and Seminar 2026’. Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, mengangkat inovasi teknologi, keamanan, serta keberlanjutan industri kosmetik global.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan ICI sebagai forum strategis penguatan sektor hulu kosmetik nasional. Forum tersebut dinilai memperkuat fondasi bahan baku demi menghasilkan produk aman, bermutu, dan berdaya saing tinggi.

“Tema ICI 2026 sangat relevan dengan perkembangan global industri kosmetik yang menekankan pentingnya inovasi teknologi, jaminan keamanan, serta keberlanjutan. Sinergi ketiga aspek tersebut menjadi kunci untuk mewujudkan kosmetik yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Taruna dalam sambutannya, Rabu, 6 Mei 2026.

Taruna menjelaskan industri kosmetik mempunyai potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai Rp35,6 triliun dengan tren pertumbuhan tahunan positif.

“BPOM berkomitmen memastikan seluruh produk kosmetik yang beredar memenuhi aspek keamanan, mutu, dan kemanfaatan. Di sisi lain, BPOM juga terus mendorong peningkatan daya saing industri melalui penguatan regulasi berbasis risiko, digitalisasi layanan perizinan, serta pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk UMKM,” ucapnya.

ICI 2026 menghadirkan pameran bahan baku kosmetik, seminar ilmiah, serta kompetisi inovasi penelitian terapan nasional. Kompetisi tersebut menjadi wadah perguruan tinggi serta institusi riset menampilkan inovasi berpotensi dihilirisasi industri nasional.

Ketua Umum Perkosmi Sancoyo Antarikso menyebut ICI 2026 momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi nasional. Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan menghadapi tantangan industri kosmetik yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Kami mengapresiasi dukungan BPOM yang selama ini sangat responsif dalam membantu industri menghadapi berbagai tantangan. Melalui ICI 2026, kami berharap kolaborasi ini semakin erat untuk mendorong inovasi dan kemandirian industri kosmetik nasional,” kata Sancoyo.

Sementara itu, Technical Director Innovation Zone Kilala Tilaar menjelaskan penilaian inovasi berfokus kebaruan bahan aktif dan keberlanjutan. Penilaian juga mempertimbangkan relevansi inovasi terhadap tren industri kosmetik global yang terus berkembang.

“Inovasi bahan baku kosmetik saat ini harus berbasis sains, aman, dan memiliki dampak nyata bagi industri serta masyarakat. Ajang ini diharapkan dapat menjembatani hasil riset dengan kebutuhan industri,” ujar Kilala.

BPOM menekankan pentingnya sinergi pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha membangun ekosistem kosmetik kuat berkelanjutan nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan inovasi bahan baku berbasis bukti ilmiah serta memenuhi standar regulasi internasional.

“Kerja sama antara academia, business, dan government harus terus diperkuat. Agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta menjadikan produk kosmetik Indonesia unggul di pasar global,” kata Taruna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....