Sinergi BPOM, Industri, dan Kampus Perkuat Ekosistem Kesehatan Nasional
- 06 Mei 2026 11:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPOM mendukung program P&G Health Indonesia University Partnership sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor kesehatan
- Kolaborasi melibatkan perguruan tinggi untuk mencetak tenaga kesehatan yang kompeten melalui pendekatan edukasi, riset, dan pengabdian masyarakat
- Model Academia-Business-Government (ABG) dinilai efektif dalam mendorong hilirisasi riset dan memperkuat ketahanan kesehatan nasional
RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala BPOM Taruna Ikrar menghadiri peluncuran program P&G Health Indonesia University Partnership untuk memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara industri, pemerintah, dan akademisi di bidang kesehatan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menghadiri peluncuran program P&G Health Indonesia University Partnership di Jakarta dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Procter & Gamble Health Indonesia sebagai upaya memperkuat sinergi antara industri dan akademisi kesehatan.
Program tersebut melibatkan Fakultas Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran dalam kolaborasi strategis pendidikan kesehatan. Inisiatif ini bertujuan memberdayakan calon apoteker, alumni, serta tenaga kesehatan melalui pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan kebutuhan.
Taruna menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam penguatan ekosistem kesehatan nasional. “Kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kesehatan di Indonesia, sekaligus menjadi momentum penting dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional,” ujarnya dalam sambutannya pada peluncuran program P&G Health Indonesia University Partnership yang diselenggarakan oleh Procter & Gamble (P&G) di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menegaskan kemitraan antara industri, pemerintah, dan perguruan tinggi merupakan dukungan nyata terhadap transformasi dan penguatan ketahanan kesehatan nasional. Program ini dinilai sejalan dengan model kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) yang dikembangkan BPOM bersama sekitar 180 perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui sinergi tersebut, BPOM berperan sebagai regulator yang menjembatani kebutuhan industri dengan potensi riset perguruan tinggi. “Melalui sinergi ABG, BPOM berperan sebagai regulator yang menjembatani kebutuhan industri dan potensi riset perguruan tinggi,” ucapnya.
Ia menambahkan hasil penelitian dapat memenuhi standar regulasi untuk kemudian dihilirisasi, dikomersialisasikan, serta dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Kolaborasi ABG diharapkan terus diperkuat guna mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing nasional.
Dalam pelaksanaannya, program ini mengedepankan tiga pilar utama, yakni edukasi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Brand Director Health Care P&G Indonesia Caroline Herlina serta Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia Noffendri. Selain itu, hadir pula Dekan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Auliya A. Suwantika dan Dekan FKIK Atma Jaya Felicia Kurniawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....