Program SMK Empat Tahun Sudah Berjalan, Pastikan Kesiapan Lulusan ke Dunia Kerja

  • 07 Mei 2026 11:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti memastikan program SMK 4 Tahun mulai berjalan untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan di dalam dan luar negeri.
  • Pemerintah menargetkan 3.000 lulusan SMK diberangkatkan bekerja ke luar negeri melalui program SMK Go Global.
  • Program pendidikan vokasi tersebut dibuka bagi sekolah negeri maupun swasta tanpa perbedaan perlakuan dari pemerintah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memastikan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Tahun mulai berjalan di berbagai daerah Indonesia. Program tersebut disiapkan untuk meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja nasional maupun internasional.

"Sudah jalan sebagian, SMK 4 tahun sekarang sudah mulai berjalan. Termasuk SMK yang kerja sama dengan P2MI, SMK Go Global yang diproyeksikan untuk mereka yang siap bekerja di luar negeri," ujar Mu'ti di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Mu’ti menjelaskan program SMK 4 Tahun menjadi bagian penguatan pendidikan vokasi nasional. Pemerintah ingin lulusan SMK memiliki kompetensi lebih sesuai kebutuhan industri global.

"Sudah mulai jalan, sudah mulai jalan dan nanti minggu depan. Tanggal 19 (Mei) saya ke Surabaya launching untuk 3.000 pemberangkatan lulusan SMK yang siap ke luar negeri," katanya.

Menurut Mu’ti, program tersebut tidak membedakan sekolah negeri maupun swasta. Pemerintah membuka kesempatan yang sama bagi seluruh sekolah untuk berpartisipasi dalam penguatan pendidikan vokasi.

"Semua, negeri swasta, sekarang kita enggak membedakan negeri dan swasta. Karena semua sekolah, negeri maupun swasta mendidik anak-anak," ucap Mu'ti.

Ia menambahkan kesempatan mengikuti program SMK 4 Tahun diberikan secara luas sebagai bagian membangun partisipasi pendidikan nasional. "Kesempatan kita buka semuanya, karena itu bagian dari kita membangun partisipasi semesta," ujarnya.

Mu’ti menjelaskan program SMK 4 Tahun memiliki dua skema pelaksanaan. Pertama, sekolah yang sejak awal dirancang menggunakan kurikulum pendidikan empat tahun.

"Misalnya di Semarang itu ada SMK. Dulu SMK Pembangunan namanya, itu sudah dirancang sejak awal memang SMK 4 tahun," kata Mu'ti.

Selain itu, terdapat skema tambahan satu tahun bagi lulusan SMK tiga tahun yang ingin memperdalam kompetensi tertentu. Pemerintah berharap pola tersebut mampu meningkatkan daya saing lulusan SMK Indonesia.

"Tapi ada yang misalnya dia mau selesai 3 tahun, sudah selesai. Kemudian ada lagi yang sudah selesai 3 tahun kemudian mau nambah 1 tahun," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....