Pemerintah Luncurkan Pelatihan Vokasi Nasional, Sasar 20 Ribu Lulusan SMA/SMK

  • 27 Feb 2026 17:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang menyasar lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir. Program ini diselenggarakan secara gratis dan ditargetkan menjangkau 20 ribu peserta pada batch pertama.

“Alhamdulillah, siang ini Pak Menko hadir memenuhi undangan kami terkait beberapa program yang sedang disiapkan dan diluncurkan Kementerian Ketenagakerjaan. Salah satunya Program Pelatihan Vokasi Nasional. Batch 1 sebanyak 20 ribu orang, khusus untuk lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli di kantornya, Junat 27 Februari 2026.

Program ini diharapkan menjadi alternatif selain program magang nasional yang selama ini menyasar lulusan perguruan tinggi. "Kami memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK agar bisa meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan seluruh rangkaian pelatihan diselenggarakan pemerintah tanpa dipungut biaya.

“Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, etos kerja, dan kesiapan untuk bekerja," kata Airlangga.

"Baik hard skill maupun soft skill, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah mewujudkan SDM Unggul Emas 2045,” kata Airlangga memambahkan. Airlangga menyebut, program ini mengedepankan konsep link and match antara kurikulum pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Airlangga memaparkan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah lulusan SMA-SMK pada 2024–2025 mencapai 3,28 juta orang. Dari total 148 juta pekerja nasional, lulusan SMA berkontribusi sekitar 20 persen dan SMK 14 persen.

Pemerintah menargetkan peningkatan kompetensi hingga 35 persen melalui program reskilling dan upskilling. Program ini terbuka bagi lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir melalui portal resmi skillhub.kemenaker.go.id.

Peserta pelatihan akan mendapatkan sejumlah manfaat, antara lain bantuan transportasi, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Serta, jaminan Kematian (JKM), serta sertifikasi kompetensi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Untuk pelatihan tertentu, disediakan fasilitas asrama bagi peserta dari luar kota. Program ini direncanakan berlangsung dalam tiga batch, masing-masing 20 ribu peserta.

Pelatihan dilaksanakan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta satuan pelayanan Kemenaker di berbagai provinsi. Bidang pelatihan mencakup teknologi informasi dan komunikasi, bisnis dan manajemen, pariwisata, tata busana dan garmen, otomotif, housekeeping, kelistrikan.

Mekanisasi pertanian, konstruksi, serta berbagai keterampilan lainnya. Pelatihan dilaksanakan secara luring, daring, dan hybrid dengan lebih dari 820 kelas pada 31 kejuruan.

Pemerintah berharap program ini mampu memperpendek jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....