Kemenekraf dan Kemendikdasmen Bahas Kolaborasi Bahan Ajar Ekraf untuk SMK
- 09 Apr 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenekraf dan Kemendikdasmen membahas kolaborasi bahan ajar ekonomi kreatif untuk SMK guna memperkuat pendidikan vokasi.
- Kerja sama mencakup program beasiswa, magang, dan pilot project sektor kreatif seperti gim, animasi, musik, dan kuliner.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya bertemu dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Pertemuan dilakukan di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026.
Dalam kesempatan itu, keduanya membahas bidang pendidikan vokasi dan pengembangan ekonomi kreatif. Pembahasan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman Bersama pada November 2025.
Kementerian Ekraf meyakini ekonomi kreatif sebagai salah satu solusi konkret untuk menyerap tenaga kerja muda. “Saat ini, tenaga kerja sektor ekraf yang ditargetkan 25,5 juta jiwa sudah mencapai 27, 4 juta pekerja,” ujar Teuku Riefky dalam siaran pers yang diterima, Kamis, 9 April 2026.
Ia mengatakan mayoritas tenaga kerja tersebut berasal dari generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kreativitas. Hal ini membuka peluang besar untuk menekan angka pengangguran melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik berbasis industri kreatif.
Teuku Riefky menambahkan kolaborasi dengan Kemendikdasmen menjadi kunci memperkuat ekosistem talenta sejak bangku pendidikan vokasi. Potensi kerja sama meliputi pengembangan bahan ajar ekonomi kreatif untuk SMK dan program beasiswa akselerasi talenta unggul.
Sementara itu, Mendikdasmen mengharapkan inisiasi tindak lanjut kerja sama segera diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang. “Tantangan berikutnya seperti apa produk kreatif siswa dapat dipasarkan secara luas dan memiliki nilai ekonomi sehingga membutuhkan marketing,” ujar Abdul Mu’ti.
Kedua pihak juga menyepakati sinergi program beasiswa dan magang termasuk membuka akses peluang kerja sama internasional bagi siswa. Selain itu pengembangan pilot project kuliner, gim, aplikasi, musik, dan animasi dinilai sejalan dengan pendidikan vokasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....