Cegah Kasus Siswa Samarinda Terulang, Kemendikdasmen Evaluasi Skema PIP

  • 06 Mei 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengakui, pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) masih menyimpan banyak kekurangan.
  • Peristiwa meninggalnya Mandala Rizky Saputra, siswa SMKN 4 Samarinda yang viral di media sosial jadi bahan evaluasi skema PIP.

RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengakui, pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) masih menyimpan banyak kekurangan. Padahal, lanjut dia, PIP yang telah ada sejak tahun 2014 ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan pelajar di Indonesia.

Ia mencontohkan, peristiwa meninggalnya Mandala Rizky Saputra, siswa SMKN 4 Samarinda yang viral di media sosial. Rizky diketahui meninggal karena menggunakan sepatu tidak layak hingga kakinya mengalami infeksi berat.

"Tiga hari lalu saya dihubungi wartawan, ada siswa SMK meninggal dunia karena pakai sepatu kekecilan. Saya cek ke Kalimantan Timur, ternyata yang bersangkutan sangat miskin, digambarkan sangat kurus,” kata Atip dałam acara sinergi Kemendikdasmen dan Kejaksaan RI sekaligus peluncuran Jaksa Garda (Jaga) Indonesia Pintar di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 6 Mei 2026.

“Bahkan, ternyata dia belum terdaftar PIP dan yang mengusulkan dari dinas, bukan sekolah. Sehingga harus dilakukan perbaikan sistem agar PIP efektif," ujarnya, tegas.

Untuk itu, Kemendikdasmen menggandeng Kejaksaan RI untuk memperkuat pengawasan penyaluran PIP. Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan PIP benar-benar tepat sasaran

“PIP bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan dan mengurangi. Bahkan memutus angka anak putus sekolah,” ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Reda Manthovani mengatakan, Jaga Indonesia Pintar merupakan sebuah platform pelaporan. Di mana penerima manfaat maupun calon penerima manfaat PIP menyampaikan laporan secara langsung.

“Harapannya, dengan kita memberikan link pelaporan ini, mereka bisa melakukan pelaporan secara langsung. Laporannya itu bisa mengenai sudah diterima full pihak siswanya, ada yang cuma setengah diterimanya, dan lainnya,” kata Reda.

Menurutnya, laporan yang masuk dapat berupa indikasi pemotongan dana bantuan, penyaluran tidak penuh. Bahkan, hingga dugaan penyimpangan lainnya dalam proses pencairan PIP.

“Nah pelaporannya itu bisa mengenai, wah ini memang sudah diterima full ya siswanya. Kemudian, ternyata ada yang cuma setengah diterimanya, oh ternyata ada yang cuma seperempat,” katanya.

Pada acara yang sama, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, Jaga Indonesia Pintar akan meringankan pemerintah daerah. Utamanya dalam menyelesaikan persoalan pendidikan bagi masyarakat tidak mampu.

"Kita sudah mengubah pola, yang dulu dana bantuannya itu masuk ke sekolah, hari ini diubah dana bantuannya masuk ke rekening siswa. Nanti kan kita juga terintegrasi dengan Jaga Indonesia Pintar ini, jadi yang laporkan ke Jamintel,” kata Gubernur yang akrab disapa KDM ini.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, berharap kehadiran Jaga Indonesia Pintar dapat membuat pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. “Kami berharap komitmen ini bisa menjadi semangat buat kita untuk menjadikan pendidikan generasi muda menjadi lebih baik dan Indonesia semakin maju," ujar Raffi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....