Kakorlantas Optimalkan Lima Operasi Lalu Lintas, Perkuat Pelayanan Masyarakat
- 06 Mei 2026 16:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kakorlantas meminta lima agenda operasi lalu lintas berjalan maksimal di seluruh Indonesia
- Lima agenda meliputi Operasi Keselamatan, Ketupat, Patuh, Zebra, dan Natal Tahun Baru (Nataru)
- Revitalisasi Indonesia Safety Driving Centre (ISDC) dan pengembangan Smart City terus diperkuat
RRI.CO.ID, Jakarta – Kakorlantas Polri Irjen Polisi Agus Suryonugroho menginstruksikan seluruh jajaran mengoptimalkan lima agenda operasi lalu lintas nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian lalu lintas.
Arahan itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pejabat utama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, Korlantas memiliki modal kuat dari keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat yang dinilai lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Organisasi kita besar dan berprestasi dalam menjalankan berbagai agenda pelayanan kepada masyarakat selama Operasi Ketupat berlangsung. Hasilnya cukup dirasakan masyarakat dan berbeda dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas meminta lima agenda operasi lalu lintas berjalan maksimal dan berkesinambungan di seluruh Indonesia. Lima agenda itu meliputi Operasi Keselamatan, Operasi Ketupat, Operasi Patuh, Operasi Zebra, dan Operasi Natal serta Tahun Baru (Nataru).
Menurutnya, seluruh agenda operasi tersebut bermuara pada keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penekanan angka pelanggaran dan kecelakaan secara terukur serta konsisten.
Selain penegakan hukum, Korlantas juga diminta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Program ‘Polantas Menyapa dan Melayani’ kini menjadi salah satu prioritas utama di lapangan.
“Anggota yang patroli terus memberikan teguran kepada masyarakat harus dikelola dengan pendekatan yang baik. Polantas tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pelayanan dan edukasi,” katanya.
Lebih lanjut, Kakorlantas menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik di lingkungan Korlantas secara berkelanjutan. Seluruh jajaran diminta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal dari kepolisian lalu lintas.
“Pelayanan publik sangat penting sehingga transformasi pelayanan harus terus dilakukan oleh seluruh jajaran. Semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang maksimal dari kepolisian lalu lintas,” ujarnya.
Selain pelayanan publik, penguatan strategi digitalisasi juga menjadi perhatian dalam pengembangan sistem lalu lintas nasional ke depan. Revitalisasi Indonesia Safety Driving Centre (ISDC) dan pengembangan Smart City diminta terus dipantau serta ditingkatkan.
Pengembangan sistem tersebut diharapkan mampu mendukung integrasi layanan lalu lintas berbasis teknologi di berbagai daerah Indonesia. Digitalisasi di setiap subsektor juga diminta berjalan optimal untuk mendukung pelayanan yang lebih modern.
Kolaborasi dengan berbagai pihak turut didorong melalui pendekatan lima pilar keselamatan lalu lintas secara menyeluruh. Komunitas masyarakat hingga pengemudi ojek daring diharapkan terlibat aktif menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
Melalui berbagai langkah tersebut, Korlantas Polri diharapkan mampu menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Selain itu, pelayanan humanis kepada masyarakat juga diharapkan semakin dirasakan secara luas di berbagai daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....