BRIN Soroti Tren Migrasi Global, Potensi Brain Drain Jadi Tantangan Indonesia

  • 06 Mei 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Migrasi ke luar negeri meningkat dan didominasi individu terampil, berpendidikan, serta memiliki kapasitas adaptasi tinggi
  • Fenomena brain drain berpotensi mengurangi sumber daya manusia berkualitas yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional
  • Faktor ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup menjadi pendorong utama migrasi ke negara maju seperti Eropa dan Amerika

RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti Senior Pusat Riset Kependudukan BRIN menilai tren migrasi meningkat terjadi di banyak negara selama beberapa tahun terakhir. Fenomena ini menarik karena pergerakan penduduk menuju luar negeri membutuhkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan adaptasi yang tidak sederhana.

“Yang menarik adalah karena dia bergeraknya ke luar negeri yang itu membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan lain-lain. Sehingga banyak yang keluar negeri kan orang-orang yang istilahnya pilihan ya,” kata Peneliti Senior Pusat Riset Kependudukan BRIN Dr. Andy Ahmad Zaelany kepada RRI PRO3 di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua orang berani bermigrasi karena dibutuhkan kemampuan mengurus dokumen, bahasa, dan interaksi dengan lingkungan asing. Kondisi tersebut membuat mayoritas migran merupakan individu terampil, berpendidikan, dan memiliki kapasitas lebih dibandingkan masyarakat umum lainnya.

Menurutnya, fenomena ini memunculkan istilah ‘brain drain’, yaitu perpindahan tenaga intelektual dan terampil dari dalam negeri menuju luar negeri. Dampaknya adalah berkurangnya sumber daya manusia berkualitas yang sebenarnya dapat berkontribusi besar terhadap pembangunan dan kemajuan Indonesia.

“Brain Drain artinya orang-orang yang terampil, orang-orang yang intelektual bergeser-pindah ke luar negeri. Dan itu yang menyebabkan disana lebih berkurang jumlah orang-orang yang sebenarnya bisa berbuat banyak untuk kemajuan Indonesia, “ ucapnya.

Ia menegaskan, para migran umumnya terdorong oleh keinginan memperoleh pendapatan lebih baik serta kualitas kehidupan yang lebih tinggi. Selain itu, sebagian juga mengejar pendidikan yang lebih baik agar dapat menjadi tenaga kerja unggul di masa depan.

Negara tujuan yang diminati umumnya merupakan negara maju seperti kawasan Eropa dan Amerika dengan standar ekonomi serta pendidikan lebih tinggi. Para migran biasanya bekerja, mengumpulkan uang, dan mengirim remitansi atau membawa pulang modal untuk membangun kehidupan lebih baik di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....