Industri Kosmetik Nasional Tumbuh Pesat, BPOM Dorong Daya Saing Global
- 05 Mei 2026 16:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Industri kosmetik nasional tumbuh signifikan dengan peningkatan 64 persen dan UMKM mencapai 49 persen
- BPOM mendorong kemandirian industri melalui riset bahan baku lokal dan regulasi adaptif
- Indonesia berpotensi menjadi pemain global industri kecantikan dan wellness dengan dukungan inovasi berkelanjutan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menyoroti pertumbuhan signifikan industri kosmetik nasional dalam Future Beauty Talk 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting membahas potensi besar Indonesia dalam industri kecantikan dan wellness dunia.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa industri kecantikan kini telah berkembang menjadi ekosistem terintegrasi yang kompleks. “Industri kecantikan kini berkembang memadukan ilmu pengetahuan, kesehatan menyeluruh, dan tanggung jawab lingkungan,” ujar Taruna Ikrar dalam sambutannya di Screen X CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Kamis, 30 April 2026.
Berdasarkan data BPOM, industri kosmetik nasional menunjukkan peningkatan sebesar 64 persen dalam periode 2021 hingga 2025. Pertumbuhan UMKM kosmetik juga mencapai 49 persen pada periode yang sama, menunjukkan geliat sektor usaha kecil.
Pemerintah terus mendorong kemandirian industri kosmetik nasional dengan memperkuat riset serta pengembangan bahan baku lokal berbasis kekayaan biodiversitas Indonesia yang memiliki daya saing tinggi. Upaya ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan posisi produk kosmetik nasional di pasar global.
Dalam hal ini, BPOM berperan memastikan pengawasan berjalan secara optimal sekaligus mendorong inovasi melalui regulasi yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis risiko. Selain itu, BPOM juga memberikan percepatan layanan perizinan serta pembinaan bagi pelaku usaha, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Taruna menegaskan pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aspek keamanan, kemanfaatan, serta mutu produk. Hal ini penting guna melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap produk kosmetik nasional.
Selain itu, pemerintah terus mendorong penguatan industri melalui riset bahan baku lokal berbasis biodiversitas Indonesia yang unggul. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk kosmetik nasional di pasar global secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna menekankan Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain global industri kecantikan dan wellness. “Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemain global industri kecantikan dan wellness dunia,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan BPOM memberikan percepatan layanan perizinan serta pembinaan kepada pelaku usaha, khususnya UMKM kosmetik nasional. Langkah ini dilakukan untuk mendukung inovasi sekaligus memperkuat ekosistem industri kosmetik yang sehat dan berdaya saing.
Sejalan dengan hal tersebut, CEO Martha Tilaar Group Kilala Tilaar mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi. “Ke depan, industri ini tidak hanya berbicara tentang produk, tetapi juga tentang sains, keberlanjutan, dan bagaimana memahami kebutuhan konsumen secara lebih holistik,” kata Kilala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....